news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sutradara Garin Nugroho ditemui saat pemutaran perdana film "Sepeda Presiden".
Sumber :
  • (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Garin Nugroho Bersenang-Senang Maknai Kiprah 40 Tahun

Tahun 2021 merupakan sebuah penanda bahwa Garin Nugroho telah berkecimpung di dunia film selama 40 tahun, pencapain itu pun dirayakannya dengan sebuah karya yang penuh kegembiraan dan menyenangkan
Selasa, 21 Desember 2021 - 19:49 WIB
Reporter:
Editor :

Menurut Garin, tidak ada manusia yang 100 persen idealis. Namun setiap keyakinan akan menemukan jalannya sendiri, itulah prinsip yang selalu dipegang oleh Garin.

"Saya percaya setiap ide itu kayak tanaman, setiap tanaman akan mencari airnya sendiri atau fundingnya sendiri ketika dia ditempatkan di tempat yang tepat. Makanya jangan pernah menghitung kegagalan, itu menjenuhkan," katanya.

Era kolaborasi

Layaknya teknologi yang terus berkembang setiap waktu, industri perfilman pun demikian. Garin juga tidak menutup mata pada hal tersebut.

Dia menyebutkan dalam periode 5-10 tahun sekali, selalu mengikuti ekosistem yang berkembang seperti seperti membuat film pendek untuk merek ponsel, membuat tayangan untuk OTT, serial musikal di YouTube serta pertunjukan teater.

Dari sana banyak yang bisa dipelajari agar tidak ketinggalan zaman. Setiap periode, Garin selalu menempatkan dirinya untuk berada di titik nol.

"Saya beruntung bisa melakukan itu dan saya selalu mencoba dari nol terus," ucap Garin.

Mulai tahun ini, Garin juga memutuskan untuk menggandeng sutradara lain dalam membuat film. Pada "Sepeda Presiden", Garin mengajak Hestu Saputra, sedangkan untuk karya mendatang "Puisi Cinta yang Membunuhku", dia mengajak Kinoi Lubis yang sudah berpengalaman dalam pembuatan genre horor.

"Bentuk seni itu banyak, ekosistem yang baru dan ini semua menegangkan buat saya. Tapi kalau tidak menegangkan untuk apa hidup? bisa tidur lagi nanti saya," ujar Garin.

Kolaborasi mampu membuka sudut pandang baru bagi Garin, baik dari sisi produksi, cara kerja, teknologi hingga strategi target penonton.

Garin tidak pernah merasa lebih unggul dibandingkan dengan sutradara lainnya, meski jam terbangnya telah jauh berbeda. Dia mengaku sangat santai dan menikmati kerja bersama sutradara muda.

"Senang saja, rileks. Saya belajar dan dapat semangat baru. Saya banyak belajar lah di setiap ekosistem. Sutradara itu harus belajar berpindah, harus berani jadi badut di sirkus. Itu baru seniman besar," katanya.

Di perayaan 40 tahun ini pun, Garin bersedia untuk kembali jatuh dan bangkit lagi serta menjaga keseimbangan melalui beragam jenis karya.

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:22
03:15
03:14
03:12
01:38
03:43

Viral