- Tim tvOne - Wahyu Kurniawan
Melihat Makam Kuwu dan Tradisi Palakiyah di Kebumen yang Masih Terjaga
Menurutnya keluarga Keraton Yogyakarta pun pernah datang dan berziarah. Bahkan, tak sedikit dari kalangan pejabat yang datang ziarah hingga menginap semalam di makam.
"Sekarang banyak dari kalangan pejabat yang datang ziarah ke makam Mbah Kuwu mas. Permohonannya macam-macam, tak sedikit yang tujuannya juga untuk kenaikan pangkat," ucap Wasito.
Masih menurut Wasito, Watulawang juga memiliki tradisi unik di bulan Sura, yaitu tradisi yang dinamakan Selamatan Palakiyah. Tradisi ini hanya digelar 3 tahun sekali di Bulan Muharam.
Pada bulan tersebut, warga setempat mengarak kepala kambing jenis kendit dibungkus kain mori dengan sesaji bunga, jajanan pasar, kelapa muda. Rumah kepala desa menjadi titik awal perjalanan, yang kemudian dimakamkan di batas desa.
Desa Watulawang juga masih memelihara adat istiadat dan tradisi Jawa Kuno yang diharmonisasi dengan agama Islam sebagai agama dominan masyarakat setempat.
"Seperti bulan Sura, warga sini banyak melakukan selamatan dan ritual khusus. Seperti Merdi Bumi, Palakiyah, Ruwat Dadung, Baritan, Kenduren Suran dan tradisi lainnya," terang Wasito.
Tradisi lainnya yang bersifat pribadi seperti Slametan Batur, Megeng (puasa ngebleng), Slametan Profesi, Ngeramas benda pusaka (keris, tombak, pedang).
Selain itu ada kelompok masyarakat dan kelompok keagamaan yang mengamalkan “Dzikir Jawa”. Yaitu sebuah pemahaman tentang ilmu batin maupun sebuah sistem sosial.
"Melalui seorang sesepuh disini akan dibimbing sebagai ilmu batin yang diamalkan dengan melewati tahapan tertentu namun menggunakan bacaan dzikir berbahasa Jawa bukan bahasa Arab," lanjutnya.
Sementara itu Adi Pandoyo salah seorang pengunjung yang datang ke Watulawang mengaku senang dan bangga dengan tradisi dan budaya warisan leluhur yang masih tetap lestari.
"Tradisi budaya semacam ini sangat langka, jadi keberadaannya bener-bener harus dijaga dan dilestarikan. Bila perlu sejarah dan historis tradisi Palakiah di Desa Watulawang dituliskan sehingga akan menjadi jejak untuk pengetahuan generasi muda di masa mendatang," ujar Adi Pandoyo.
Menurut Adi Pandoyo Watulawang merupakan sebuah desa yang masih kental dengan tradisi dan budaya warisan leluhur seperti budaya kirab, kenduri selamatan jawa kuno, tradisi tanam kepala kambing kendit, makam kuwu, bahkan hidangan ingkung kluwek merupakan suatu tradisi yang langka. (Wkn/Buz)