- Freepik
Makanan Berminyak Lagi Viral di Twitter, Sebelum Coba Kenali Dulu Risiko Bahayanya
Bukan hanya itu risiko penyakit jantung pun juga meningkat 23% dibandingkan mereka yang hanya makan gorengan sekali seminggu. Sedangkan orang-orang yang makan gorengan 7 kali atau lebih selama seminggu mengalami peningkatan risiko penyakit diabetes hingga 55%.
Melihat hasil-hasil ini maka langkah terbaik untuk menjaga kesehatan adalah mengurangi konsumsi makanan berminyak.
Gangguan sistem pencernaan
Minyak berlebih pada gorengan berisiko menyebabkan tekanan pada sistem pencernaan. Konsumsi makanan berminyak akan memberikan pekerjaan berat bagi sistem pencernaan.
Lamanya waktu untuk memecah lemak saat mengonsumsi makanan berminyak ini akan memicu rasa mual, kembung, dan muncul rasa tidak enak pada perut. Bukan hanya itu, setelah mengonsumsi makanan berminyak, seseorang juga lebih berisiko mengalami diare dan nyeri perut.
Dilansir dari SehatQ, pasca mengonsumsi makanan berminyak terkadang bisa membuat feses yang tampak berminyak.
Meningkatkan risiko kanker
Terakhir, dilansir dari Hellosehat, ternyata sering mengonsumsi makanan berminyak juga berisiko menyebabkan obesitas dan penyakit jantung. Hal ini juga meningkatkan risiko beragam penyakit kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker paru.
Meski begitu, hingga saat ini para peneliti masih terus melakukan riset untuk memastikan korelasi antara hal-hal tersebut. Meski demikian, National Cancer Institute AS tetap menyarankan agar setiap orang bisa membatasi asupan lemak jenuhnya.
Itulah 5 risiko kesehatan yang akan terjadi jika seseorang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Jadi, hati-hati terhadap apa yang Anda konsumsi, ya. (Lsn)