- Istimewa/istockphoto.com
Jangan Sampai Alami Toxic Person, Dampaknya Berbahaya, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
Jakarta - Toxic person, istilah yang sudah tak asing lagi di kalangan milenial maupun gen Z. Hal ini lantaran, istilah ini sering dibahas dan disebut ketika mereka berdiskusi dan nongkrong bareng di sebuah cafe, atau tongkrongan.
Namun, masih ada yang belum mengetahui apa itu toxic person, dan apa yang menyebabkan orang bisa menjadi toxic person serta dampaknya.
Dalam program Hidup Sehat di tvone, Spesialis Kejiwaan, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, katakan, toxic person itu adalah seorang yang perilakunya bisa membuat manusia merasa tidak nyaman, kesal merasa mempertanyakan harga diri, dan mempertanyakan nilai dirinya.
"Toxic person bisa seorang korban bullying atau pelaku. Bisa juga mereka yang terlalu kepo dengan urusan lain kemudian menceritakan ke orang banyak, atau justru orang yang terlalu sering diabaikan. Selain itu, bisa juga terjadi pada orang yang positif biasanya berupa nasihat toxic positivity," kata Spesialis Kejiwaan, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ seperti yang dilansir dari kanal YouTube, Sabtu (29/10/2022).
Ilustrasi Seorang sedang Alami Depresi
Sementara itu, Nova Riyanti Yusuf katakan, penyebab dari toxic person ini terjadi ketika adanya hubungan di antara dua orang.
"Kita harus tahu bahwa toxic ini dua orang saling terhubung dalam interaksi yang mana tidak ada kebutuhan kepedulian yang setara di antara keduanya, lebih kepada hubungan ini mengakomodir tuntutan individu yang merupakan toxic person," ucap Nova Riyanti Yusuf.
Sambungnya menjelaskan bahwa sering kali orang yang dikatakan toxic person itu sebenarnya punya stres atau trauma yang sebenarnya tidak bisa dia kelola.
"Dan bisa juga ada proses di masa lalu di mana masa perkembangan masa kanak awal mengalami disturbsi atau gangguan sehingga menyebabkan terbentuknya kepribadian yang toxic," ungkap dia.
Lebih lanjut dijelaskannya, disturbsi atau gangguan yang menyebabkan orang menjadi toxic itu di antaranya karena orang tua berpisah, proses caregiving masa kecilnya tidak ada kejelasan.
Ilustrasi Seorang sedang Alami Depresi
"Ada trauma masa kecil, penelantaran di masa kecil atau misalnya ada anak-anak yang tidak dididik atau diajarkan sama sekali tentang bagaimana cara dirinya meregulasi diri sendiri," pungkasnya.