news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Masuk Angin.
Sumber :
  • Pixabay

Masuk Angin Menurut Sisi Medis: Gejala, Penyebab, dan Cara Aman Mengobatinya

Kenali lebih jauh mengani masalah kesehatan masuk angin berdasarkan kacamata medis. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara penanganan amannya dalam artikel ini!
Minggu, 11 Januari 2026 - 10:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Istilah masuk angin merupakan salah satu kondisi kesehatan yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Kondisi ini ditandai dengan tubuh terasa meriang, agak demam, tenggorokan tidak nyaman, pilek, batuk, pusing, sakit kepala, hingga perut terasa kembung.

Namun, bagaimana sebenarnya masuk angin jika dilihat dari sisi medis?

Ilustrasi Pusing Masuk Angin
Sumber :
  • Freepik/jcomp

dr. Sungandi Sansoso, melansir dari YouTube SB30Health, menjelaskan, dalam dunia kedokteran, masuk angin bukanlah diagnosis medis resmi. Tidak ada penyakit dengan nama “masuk angin” dalam istilah medis.

"Jadi, tidak ada diagnosa namanya ‘masuk angin’. Hanya saja gejala yang mirip seperti ini, gejala yang sudah saya sebutkan sebelumnya di sisi medis disebut common cold," ujarnya.

Gejala yang Sering Disebut Masuk Angin

Gejala common cold yang umum menurut penjelasan dr Sungandi di antaranya:

  • Badan terasa tidak enak atau pegal
  • Meriang atau demam ringan
  • Pilek dan hidung tersumbat
  • Batuk dan tenggorokan tidak nyaman
  • Sakit kepala atau pusing
  • Perut terasa kembung atau tidak enak

Gejala ini sering muncul saat daya tahan tubuh menurun, misalnya karena kurang tidur, kelelahan, atau setelah bepergian jauh.

Penyebab 'Masuk Angin' Menurut Medis

Ilustrasi Kehujanan
Sumber :
  • Antara

Penyebab utama common cold adalah infeksi virus, bukan karena “angin” yang masuk ke tubuh. Virus mudah menyerang ketika sistem imun sedang lemah.

Namun, dr Sungandi menyebut, infeksi virus ini umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar 3 hingga 14 hari, tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Apakah Kerokan dan Minyak Angin Boleh?

Salah satu cara alternatif untuk mengatasi masuk angin, banyak orang melakukan kerokan, menggunakan minyak angin, atau minum jamu saat merasa masuk angin.

Dari sisi medis, kerokan sebenarnya boleh saja dilakukan sebagai terapi tradisional, selama dilakukan dengan aman.

dr. Sungandi menyarankan agar tidak mengerok terlalu keras hingga menyebabkan lecet, luka, atau berdarah karena justru bisa memicu infeksi kulit.

Kerokan dapat memberi efek hangat dan membuat tubuh terasa lebih nyaman, tetapi tidak membunuh virus penyebab penyakit.

Cara Aman Membantu Mempercepat Pemulihan

Selain dengan kerokan, agar gejala cepat mereda, beberapa langkah aman yang bisa dilakukan antara lain:

  • Istirahat yang cukup, terutama di awal munculnya gejala.
  • Konsumsi vitamin C dari buah dan sayuran untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Minum suplemen echinacea, suplemen dari tanaman herbal echinacea yang dapat membantu menunjang sistem imun.
  • Mengonsumsi bawang putih (garlic) yang mengandung allicin yang bersifat antibakteri dan antivirus alami. Konsumsi dalam bentuk mentah yang dihaluskan, bukan bawang goreng.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung zinc, mineral penting yang mendukung kerja sistem imun.
  • Cuka apel (apple cider vinegar), dapat dikonsumsi dengan mencampurkan 2 sendok makan ke dalam air, diminum hingga 3 kali sehari.

Sebagai penutup, penting untuk dipahami bahwa masuk angin tidak dikenal dalam diagnosis medis, namun gejalanya sangat mirip dengan common cold akibat infeksi virus.

Dengan istirahat cukup dan menjaga daya tahan tubuh, kondisi ini umumnya dapat membaik dengan sendirinya. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan.

(nka)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral