- Ist
Mentan Dorong Swasembada Pangan dan Energi Lewat Inovasi Kampus, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri untuk mendukung target swasembada di berbagai sektor, khususnya komoditas pertanian.
Seruan tersebut disampaikan dalam acara Idul Fitri Fest 2026 yang digelar Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di BNI Pejompongan, Sabtu (11/4).
Dalam kesempatan itu, Amran juga memaparkan capaian positif sektor pertanian, termasuk peningkatan ekspor dan penurunan impor.
Ia turut mengapresiasi berbagai pihak yang berkontribusi dalam peningkatan produksi beras serta pengembangan biofuel B-50.
“Indonesia berkontribusi pada dunia dalam penurunan harga pangan, karena produksi beras meningkat sehingga kita kurangi impor beras dan dampaknya harga turun. Kita pun diapresiasi dunia, FAO dalam dua tahun terakhir memberikan penghargaan tertinggi di bidang ketahanan pangan. Ini semua hasil kerja ‘kita’ bukan aku tetapi ‘kita’ semua” kata Amran, dikutip Senin (13/4/2026).
Sebagai anggota Majelis Wali Amanat ITS, Amran juga mengajak alumni dan civitas akademika untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan energi berbasis pertanian. Ia menyoroti potensi pengembangan biofuel dan bioetanol sebagai solusi energi masa depan.
“Masalah pangan kita usahakan selesai, sekarang kita upayakan biofuel dan ke depan bioethanol. Kemarin ada inovasi ITS yang berhasil membuat bensin, saya akan ke kampus untuk kita coba produksi massal agar masalah energi dapat terpecahkan dan swasembada energi bisa kita segera kita capai” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PP IKA ITS Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan apresiasi atas peran aktif Menteri Pertanian dalam mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Kami dari PP IKA ITS sangat mengapresiasi kesediaan Mentan dan Menteri Haji dan Umroh yang sudah berkenan menyempatkan waktunya untuk dapat bergabung di Idul Fitri Funfest 2026 ini. Pak Mentan terus mendorong alumni dan kampus ITS untuk terus meningkatkan berkolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan negeri ini sehingga ketahanan pangan dan energi yang menjadi cita-cita pak Prabowo dapat terwujud” kata Wiluyo.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi Menteri Pertanian dalam kegiatan sosial yang menjadi bagian dari acara tersebut, termasuk pembelian karya lukisan dari anak berkebutuhan khusus.
“Acara yang mendapat dukungan penuh dari dari PT Bank Negara Indonesia (Tbk), PT Pelindo, PT Pertamina, dan PT PLN serta sponsor lain ini tidak hanya menjadi momen silaturahmi tetapi juga berbagi. Selain donor darah dan bazar umkm, dalam acara ini juga diberikan santunan kepada anak berkebutuhan khusus (abk). Kami di PP IKA ITS juga berterima kasih kepada pak Mentan yang berkenan membeli langsung 2 (dua) lukisan lelang karya adik-adik ABK senilai Rp.100 juta yang telah ditandatangani oleh beliau dan Menteri haji-umroh. Bahkan pak Mentan tadi juga menyampaikan lukisan yang ditandatangani pak Menteri haji akan beliau simpan di rumahnya” tutur Wiluyo.
Ia menambahkan, kehadiran Menteri Haji dan Umroh turut membawa kabar positif terkait penyelenggaraan ibadah haji di tengah kondisi global.
“Kehadiran pak Menteri Haji-Umroh di agenda kali ini juga menjadi pembawa kabar gembira karena sepertinya ditengah kondisi geopolitik yang belu stabil kementrian Haji-Umroh terus berusaha menyelenggarakan ibadah haji tahun ini sebaik-baiknya sesuai arahan bapak Presiden. Mudah-mudahan semua berjalan lancar sehingga saurara-saudara kita yang akan segera berhaji dapat menunaikan ibadah dengan baik dan dimudahkan” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami di Kementrian Haji-Umroh terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan haji dan berusaha menangani berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan ibadah haji seperti misalnya antrian. Kami berupaya membuat pola pembagian kuota dari yang berdasarkan jumlah penduduk menjadi berdasarkan daftar tunggu” kata Gus Irfan.
Ia menjelaskan perubahan sistem kuota bertujuan menciptakan keadilan dalam distribusi kesempatan berhaji.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menekan biaya perjalanan haji.
“Perubahan sistem kuota yang kami lakukan di Kementrian haji bukan hanya untuk pemerataan tetapi juga untuk keadilan. Kami di Kementrian Haji juga mengupayakan agar biaya haji dapat ditekan dan itu berhasil kami laksanakan tahun ini dengan penurunkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) hingga Rp. 2 juta. Hal ini sesuai dengan arahan bapak Presiden agar biaya yang ditanggung jamaah dapat diminimalkan. Oleh karenanya, kami terus berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan, DPR serta BPKH agar sisa kekurangan biaya haji tidak dibebankan sepenuhnya kepada jamaah” jelasnya.
Setelah menyampaikan tausiah, Gus Irfan turut berpartisipasi dalam kegiatan melukis bersama anak berkebutuhan khusus dan menutup acara dengan doa bagi seluruh peserta. (rpi)