- Kadin Indonesia
Hadapi Ketidakpastian Global, Kadin Dorong Dunia Usaha Adaptif dan Perkuat Pasar Domestik
Lebih lanjut, dirinya mengingatkan bahwa tekanan global seperti inflasi dan kenaikan suku bunga merupakan tantangan yang sulit dihindari.
“Yaitu sudah pasti inflasi seluruh dunia ini akan naik. Sudah pasti suku bunga rendah sudah menjadi sulit,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, pengusaha berusia 59 tahun itu mendorong pelaku usaha untuk memaksimalkan sektor yang relatif tahan terhadap gejolak, terutama pasar domestik.
“Dan karena itulah harus mencari peluang-peluang yang anti-inflasi, yang anti-siklikal berarti ya pasar domestik. Jadi pasar domestik itu harus dikembangkan, konsumsi domestik itu harus dikembangkan,” jelasnya.
Bos Lippo Group itu juga menilai sejumlah program pemerintah yang berfokus pada konsumsi dalam negeri sebagai langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Dan beberapa inisiatif Presiden itu sangat-sangat penting. Program MBG (Makan Bergizi Gratis) umpamanya itu kan sangat penting karena adalah domestic consumption. Perumahan umpamanya itu juga sangat-sangat penting sekali kan. Pariwisata ini juga dalam negeri semua. Jadi ini beberapa inisiatif dari pemerintah dan saya kira yang sangat-sangat bagus,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pengurus Kadin Indonesia, antara lain Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Andi Anzhar Cakra Wijaya, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Infrastruktur Strategis dan Pembangunan Pedesaan serta Transmigrasi Thomas Jusman, Wakil Ketua Umum Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi dan Pengembangan Produk UMKM Rifda Ammarina, serta Wakil Ketua Umum Bidang Antar Lembaga dan Pemerintahan Daerah Junaidi Elvis.
Selain itu, hadir pula para Ketua Umum Kadin daerah, di antaranya Muhammad Iqbal Piyeung, Buchari Bachter, Ritchie Glen Yapranadi, dan M. Nur Rahmatu. (rpi)