- ANTARA
Efek Manis Gerakan Boikot Produk Israel Bikin Produk Lokal Melejit, Riset BRIN dan IHW: Logo Nasional Kini Mendesak
Jakarta, tvOnenews.com – Gerakan boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel terus berdampak signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat Indonesia.
Menyikapi hal ini, Pendiri Indonesia Halal Watch (IHW) Dr. Ikhsan Abdullah mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan logo nasional resmi bagi seluruh produk lokal Tanah Air.
Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat dapat mengidentifikasi produk dalam negeri dengan lebih mudah, akurat, dan terhindar dari simpang siur informasi atau hoaks yang beredar di lapangan.
Riset BRIN & IHW: Fatwa MUI Ubah Perilaku Konsumen
- ANTARA
Dorongan ini diperkuat oleh hasil riset nasional bertajuk “Fatwa Boikot MUI dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Industri Nasional” yang dirilis IHW bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Riset ini mengkaji dampak Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 mengenai dukungan terhadap Palestina.
“Hasil riset kami menunjukkan bahwa fatwa MUI tidak hanya berdampak secara moral, tetapi juga mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat yang kini semakin berpihak pada produk nasional,” ujar Ikhsan Abdullah, kepada tvOnenews.com Rabu (8/4/2026).
Data Statistik: 93,4% Masyarakat Dukung Fatwa MUI
Berdasarkan survei terhadap 975 responden di 13 wilayah kota/kabupaten, antusiasme masyarakat terhadap produk lokal meningkat tajam:
- 93,4% responden menyatakan dukungan penuh terhadap Fatwa MUI No. 83.
- 92,5% responden mengaku kini jauh lebih selektif dalam memilih produk konsumsi harian.
- Pergeseran pola konsumsi paling signifikan terjadi pada sektor: Makanan cepat saji (77,6%), Minuman (75,2%), Air mineral (78,2%)
Masyarakat kini secara masif beralih ke produk-produk asli Indonesia seperti Le Minerale, Kopi Kapal Api, D’Besto, Richeese, CFC, Hokben, Wardah, Sabana, Ciptadent, hingga So Klin. Produsen besar seperti Mayora, Indofood, dan Wings juga dilaporkan mengalami lonjakan permintaan.
Momentum Emas bagi UMKM dan Industri Nasional
Peneliti BRIN Fauziah menilai bahwa gerakan ini adalah momentum emas bagi penguatan ekonomi berbasis etika. Namun, ia menekankan perlunya dukungan kebijakan agar dampaknya lebih terarah.
“Fatwa MUI 83 menjadi momentum penting penguatan ekonomi nasional. Namun, diperlukan dukungan kebijakan seperti standardisasi label atau logo nasional agar dampaknya optimal,” jelas Fauziah.