news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (tengah)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Persaingan Industri Kapal China, Kadin Ajak PT PAL Kerja Sama: Mereka Sudah Bisa Bikin Kapal Selam

Revitalisasi industri galangan kapal diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap kapal impor, sekaligus menciptakan industri maritim nasional yang kompetitif.
Selasa, 10 Februari 2026 - 15:11 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Persaingan dengan industri perkapalan global, khususnya China, menjadi perhatian utama dalam agenda revitalisasi galangan kapal nasional. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai penguatan daya saing domestik hanya bisa tercapai melalui keberpihakan kebijakan pemerintah serta kolaborasi erat dengan industri strategis nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan isu dominasi kapal impor yang lebih murah dan cepat diproduksi telah dibahas secara mendalam bersama pemerintah dalam forum Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia di Ayana Midplaza Jakarta, Selasa (10/2/2026).

“Ya, tadi sudah didiskusikan panjang lebar bagaimana untuk meningkatkan daya saing kita bertahap. Seperti yang kita lihat bagaimana tentunya Jepang, Korea, China membuat suatu industri yang kuat. Dan tentu dibutuhkan keberpihakan,” kata Anindya.

Ia menegaskan dukungan pemerintah mulai terlihat, terutama dari sisi kebijakan fiskal dan perencanaan industri jangka panjang.

“Tadi terlihat dari Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) yang ingin sekali berpihak kebijakan-kebijakannya, dan juga dari Kementerian Perindustrian untuk membuat roadmap bersama industri,” ungkapnya.

Kadin bahkan mengusulkan keterlibatan langsung dalam satuan tugas agar hambatan di dunia usaha dapat diatasi lebih cepat.

“Tadi saya juga menyampaikan kepada Menteri Keuangan apabila Kadin diperbolehkan menjadi bagian dari Satgas, jadi bisa ikut membantu untuk bottlenecking di dalam dunia usaha. Karena pada esensinya pengusaha kan pasti ingin maju, ingin berkembang memberikan pekerjaan,” ucap dia.

Dalam membangun kekuatan industri, Kadin memastikan revitalisasi tidak hanya melibatkan perusahaan baru, tetapi juga mengandalkan pemain strategis nasional, terutama PT PAL Indonesia.

“Sama PT PAL. Tadi juga didiskusikan bahwa dengan PT PAL tentu merupakan suatu industri yang besar. Jadi kita ingin bersama-sama gotong-royong dan memastikan bahwa ujungnya kompetitif. Untuk itu biaya mesti bersaing dan tidak boleh ada perantara,” jelas dia.

Menurut Anindya, PT PAL dinilai memiliki kemajuan teknologi signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan dapat menjadi tulang punggung kebangkitan industri galangan kapal nasional.

“Tapi PT PAL mesti diakui mempunyai suatu teknologi yang tinggi dan dalam waktu 3-4 tahun terakhir menghasilkan suatu accomplishment yang besar, dari sebelumnya bisa dibilang kategori 5, sekarang sudah kategori 1 dari sisi keuangan, dan sudah bisa bikin kapal selam yang tanpa awak dan pakai misil seperti apa, dan juga tadi Fregat Merah Putih. Jadi mesti saling bekerja sama,” pungkas Anindya.

Revitalisasi industri galangan kapal diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap kapal impor, sekaligus menciptakan industri maritim nasional yang kompetitif di tengah tekanan harga dari produsen luar negeri. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:50
01:49
00:45
02:17
01:12
00:52

Viral