- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Kadin Sebut Ekonomi Indonesia Bergeliat, Daya Beli Bangkit Karena Program MBG dan Investasi Masuk
Jakarta, tvOnenews.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai sinyal pemulihan ekonomi nasional mulai tampak nyata pada akhir 2025. Dunia usaha melihat perbaikan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi bergerak lebih luas, dipicu percepatan belanja pemerintah, proyek infrastruktur, serta aliran investasi yang mulai masuk.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan kuartal IV 2025 menjadi titik balik setelah satu tahun penuh tekanan ekonomi. Menurutnya, berbagai program prioritas pemerintah mulai berpengaruh langsung pada konsumsi rumah tangga.
“Saya melihat di kuartal keempat memang dengan jalannya program pemerintah inisiatif seperti dari hal-hal infrastruktur, sekolah, makanan bergizi gratis, itu mulai terlihat berjalan. Sehingga membantu untuk konsumsi domestik naik,” ujarnya saat ditemui pada acara ABAC Meeting, di Shangri-La Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi pada tiga bulan terakhir 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan, menjadi pertumbuhan kuartalan tertinggi dalam dua tahun terakhir. Namun, secara keseluruhan pertumbuhan sepanjang 2025 tercatat 5,11 persen, masih di bawah target APBN sebesar 5,2 persen.
Anindya menilai kombinasi belanja negara dan investasi mulai menciptakan efek berantai terhadap perekonomian, terutama pada sektor konsumsi domestik. Ia juga menyinggung mulai terlihatnya peran investasi baru, termasuk pembentukan lembaga investasi pemerintah.
“Jadi kita lihat memang kuartal keempat itu sudah mulai menggeliat kerja keras selama setahun penuh. Begitu juga dengan Danantara sudah mulai kelihatan,” kata dia.
Meski indikator domestik membaik, Kadin mengingatkan 2026 tetap penuh ketidakpastian global. Namun pelaku usaha mengklaim aktivitas ekonomi kini tidak lagi hanya terpusat di kota besar, melainkan mulai terasa di daerah.
“Tentu ini adalah tahun baru 2026, kita mesti membangun dan seperti diketahui kan tentunya banyak sekali di dunia ini segala macam pertanyaan dan gelombang, tapi kita merasa sampai ke daerah sudah terlihat,” tuturnya.
Kadin juga menyatakan keterlibatan langsung dalam program prioritas pemerintah, terutama program pemenuhan gizi. Organisasi pengusaha tersebut ikut membangun 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target nasional 30.000 unit, yang dinilai akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga konsumsi masyarakat.