news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sekjen DPP Demokrat, Herman Khaeron..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Prabowo Gagas Program Gentengisasi, Demokrat Nilai Bakal Sentuh Ekonomi Rakyat

Gentengisasi yang digagas Presiden dinilai sebagai kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus berpotensi menggerakkan perekonomian rakyat dari sektor paling dasar.
Kamis, 5 Februari 2026 - 18:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Partai Demokrat angkat bicara terkait program gentengisasi yang didorong Presiden RI, Prabowo Subianto.

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron menyatakan dukungan Partai Demokrat terhadap program gentengisasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam arahan bersama kepala daerah pada beberapa waktu lalu.

Herman menilai program gentengisasi Presiden Prabowo merupakan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus berpotensi menggerakkan perekonomian rakyat dari sektor paling dasar.

“Iya, tentu presiden memiliki pertimbangan-pertimbangan yang matang dan tentu ini program yang sangat menyentuh di masyarakat. Oleh karenanya, presiden pasti akan mengutamakan kepentingan rakyat,” kata Herman Khaeron, Kamis (5/2/2026).

Sebagai partai pendukung pemerintah, Demokrat menyatakan mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut Herman, program gentengisasi tidak bisa dilihat sekadar sebagai proyek fisik, melainkan bagian dari rangkaian penguatan ekonomi rakyat.

“Pada setiap program yang itu menyentuh dengan rakyat, yang juga ini sangat bersentuhan dengan turunannya, ini meningkatkan industri UMKM khususnya, tentu ini juga akan berimplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Herman menegaskan Demokrat siap membantu pemerintah dalam memastikan implementasi program gentengisasi Presiden Prabowo berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Oleh karenanya bagi Demokrat mendukung penuh dan tentu akan membantu di dalam perjalanannya, implementasi programnya sehingga betul-betul dapat dirasakan oleh rakyat,” tambahnya.

Terkait mekanisme penganggaran, Herman menyebut program gentengisasi berada dalam ruang kebijakan strategis presiden melalui skema diskresi.

DPR, kata dia, menghormati kewenangan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan program pemerintah.

“Itu kan ada sekarang kan ada program diskresi presiden. Jadi kita serahkan lah itu menjadi domain dan kepentingan presiden di dalam mendorong terhadap program-program strategisnya,” jelasnya.

Ia juga meminta publik tidak memandang gentengisasi secara sempit. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo membangun rantai ekonomi kecil agar bisa tumbuh dan berkembang.

“Kita jangan melihat gentengisasinya gitu, tapi melihat bagaimana ini sebuah rangkaian ekonomi kecil yang bisa tumbuh dan berkembang,” kata Herman.

Meski mendukung penuh, Herman menegaskan setiap program Presiden Prabowo tetap harus dijalankan dengan perencanaan yang jelas dan pengawasan yang ketat agar akuntabilitas keuangan negara tetap terjaga.

“Bagaimanapun saya kira akuntabilitas keuangan negara pasti memang harus ada sistem perencanaan negara dan pengawasan di dalam implementasinya,” tuturnya.

Diketahui, gagasan gentengisasi sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperindah wajah bangunan di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Prabowo menilai penggunaan seng masih cukup masif di berbagai daerah, padahal material tersebut dinilai kurang awet dan tidak ramah lingkungan.

“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat pada Senin (2/2).

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, mayoritas rumah tangga di Indonesia sebenarnya sudah menggunakan genteng.

Sebanyak 57,93 persen atau 40.913.287 rumah tangga tercatat memakai genteng sebagai atap rumah. Sementara itu, 31,48 persen atau 22.232.058 rumah tangga masih menggunakan seng.

Material ini dikenal ringan, relatif awet, dan lebih murah, namun kerap dikeluhkan karena menimbulkan suara bising saat hujan serta membuat suhu rumah terasa lebih panas akibat sifat logam yang menyerap panas. (rpi/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:08
01:30
03:26
01:09
03:47
02:01

Viral