- Istimewa
KUR Pekerja Migran Mulai Bisa Diakses Maret 2026, Ini Skema dan Bank Penyalurnya
Jakarta, tvOnenews.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menargetkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pekerja migran sudah dapat diakses mulai Maret 2026. Program ini diharapkan membantu calon pekerja migran memenuhi kebutuhan pembiayaan sejak tahap persiapan keberangkatan hingga penempatan di luar negeri.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan, saat ini kewenangan pengelolaan anggaran KUR pekerja migran telah resmi dialihkan ke Kementerian P2MI dari sebelumnya berada di bawah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan peralihan tersebut, P2MI kini dapat langsung mengeksekusi program pembiayaan bagi pekerja migran.
“Dengan peralihan KPA ini, Kementerian P2MI sudah bisa langsung menjalankan program KUR penempatan pekerja migran,” kata Christina dalam keterangan resminya usai memimpin rapat percepatan penyaluran KUR pekerja migran, Kamis (16/1/2026).
Siap Disalurkan Lewat 14 Bank
Christina mengungkapkan, saat ini terdapat 14 bank penyalur yang telah ditunjuk untuk menyalurkan KUR pekerja migran dengan total plafon pembiayaan mencapai Rp331 miliar. Dana tersebut disiapkan untuk membantu pembiayaan kebutuhan calon pekerja migran, mulai dari pelatihan, pengurusan dokumen, hingga biaya keberangkatan.
Menurut dia, Kementerian P2MI akan segera menuntaskan perjanjian kerja sama dengan seluruh bank penyalur dalam waktu dua minggu ke depan agar penyaluran KUR dapat berjalan tepat waktu sesuai target.
“Dalam dua minggu ke depan, seluruh kerja sama dengan bank penyalur akan kami selesaikan supaya program ini bisa segera berjalan,” ujarnya.
Permudah Akses Pembiayaan Calon PMI
Program KUR pekerja migran dirancang sebagai instrumen pembiayaan yang mudah diakses dan terjangkau bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pemerintah berharap, kehadiran KUR ini dapat mengurangi praktik pembiayaan informal yang kerap membebani calon pekerja migran dengan bunga tinggi atau skema yang tidak transparan.
Christina menekankan bahwa kemudahan akses menjadi kunci utama agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat paham bagaimana mengakses KUR ini secara mudah dan tepat,” kata dia.
Untuk itu, Kementerian P2MI juga meminta jajarannya menyiapkan panduan visual yang akan disebarluaskan melalui media sosial, sekaligus memperkuat promosi melalui jaringan bank penyalur agar informasi tentang KUR pekerja migran dapat menjangkau calon PMI di berbagai daerah.