- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
RI Swasembada Solar Usai Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Airlangga: Tidak Perlu Impor Lagi
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut RDMP Kilang Balikpapan sebagai proyek kilang terbesar di Indonesia.
Proyek ini menelan investasi sekitar Rp123 triliun dan bertujuan memodernisasi kilang eksisting untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
RDMP Balikpapan memungkinkan kilang mengolah hingga 360 ribu barel minyak per hari, setara dengan sekitar 22–25 persen dari kebutuhan nasional. Dari sisi ekonomi, proyek ini diproyeksikan menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun serta memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional hingga Rp514 triliun.
Selain memperkuat swasembada energi, proyek RDMP Balikpapan juga ditargetkan meningkatkan kualitas BBM menjadi setara standar Euro V dengan kandungan sulfur 10 ppm, dari sebelumnya Euro II. Yield produk bernilai tinggi juga ditingkatkan hingga 91,8 persen.
Produk yang dihasilkan dari kilang ini mencakup BBM, elpiji, dan petrokimia. Seiring beroperasinya RDMP Balikpapan serta penerapan program mandatori biodiesel B50, Bahlil juga menyatakan rencana penghentian impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum swasta mulai 2026. (ant/rpi)