news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie usai menggelar audiensi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

ABAC 2026 Dibuka di Jakarta, Kadin Targetkan Diplomasi Dagang hingga Business Matching Global

Pertemuan ABAC akan menghadirkan representasi dunia usaha dari 21 ekonomi APEC, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, Rusia, hingga negara-negara ASEAN dan Asia Timur.
Senin, 12 Januari 2026 - 17:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia bakal menjadi tuan rumah pertemuan perdana APEC Business Advisory Council (ABAC) tahun 2026 pada 7–9 Februari mendatang.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai forum tersebut akan menjadi momentum strategis memperluas jaringan perdagangan dan investasi nasional dengan ekonomi besar dunia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan hal tersebut usai menggelar audiensi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).

Menurut Anindya, pertemuan ABAC akan menghadirkan representasi dunia usaha dari 21 ekonomi APEC, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Kanada, Rusia, hingga negara-negara ASEAN dan Asia Timur.

“Jadi yang pertama ini 7-9 Februari ada di Jakarta. Nah ini special karena negara APEC itu total ada 21 ekonomi. Dan disana termasuk negara-negara yang keliatannya bersaing. Contohnya Amerika, Cina, Kanada, Rusia, dan tentunya negara ASEAN beberapa disana seperti Malaysia, Brunei, Filipina, Thailand, Vietnam, sampai kepada negara-negara Asia Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan setiap negara akan mengirim tiga perwakilan dari dunia usaha dengan level pimpinan. Indonesia berharap posisi tuan rumah dapat dimaksimalkan untuk business matching serta membuka konektivitas pasar baru.

“Nah mereka itu datang ke Indonesia tanggal 7 sampai tanggal 9 dan membawa masing-masing negara, tiga representatifnya dari dunia usaha yang levelnya level bisa dibilang pimpinan. Nah jadi ini kami laporkan kepada menteri perdagangan bukan saja rapat untuk APEC Business Advisory Council atau ABAC tapi bisa dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan Indonesia, supaya sekalian kita bisa kalau bahasa beliau business matching,” tuturnya.

Anindya menilai kehadiran ekonomi besar seperti Uni Eropa, Kanada dan Rusia menjadi peluang memperkuat diplomasi dagang Indonesia di tengah konfigurasi geopolitik global yang dinamis.

“Nah kebetulan misalnya dengan Eropa kita sudah ada perdagangan. Kanada yang akan hadir juga ada. Dengan Eurasian disitu salah satunya ada Rusia. Jadi kita bisa manfaatkan kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan perdagangan. Jadi itu tadi topik pembicaraan dengan Pak Mendag,” ungkapnya.

Selain agenda ABAC, Kadin juga mendorong inisiatif pembentukan Business Council dalam setiap perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Upaya ini dinilai penting agar implementasi perdagangan dan investasi tidak berhenti pada kerja sama di tingkat pemerintah.

“Yang kedua tadi juga kita bicara mengenai bahwa beliau menginginkan adanya Business Council di setiap CEPA-CEPA yang tanda tangan nih comprehensive economic partnership agreement,” jelas Anindya.

“Nah di mana di situ contohnya dengan EU seperti yang kita telah buat dengan India maupun dengan Prancis di Kadin kita bisa bikin Business Council dengan EU sehingga implementasinya, baik perdagangan maupun investasi itu juga jalan,” lanjutnya.

Ia menilai format tersebut mampu menjembatani sektor dunia usaha dan pemerintah dalam eksekusi perdagangan.

“Begitu juga dengan Eurasian maupun Kanada. Nah jadi saya rasa saya pandang itu sesuatu yang bagus karena selama ini tidak ada Business Council yang khusus apalagi memikirkan juga pedagangan bukan saja investasi,” ujarnya. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral