- Antara
Saham BUMI Melonjak Tajam, Investor Berpeluang “Full Senyum” Usai Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2018
Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tengah menjadi sorotan utama pasar modal. Dalam sepekan terakhir, saham emiten batu bara milik Grup Bakrie ini mencatatkan lonjakan tajam yang membuat banyak investor tersenyum lebar. Kenaikan harga yang agresif, ditopang nilai transaksi jumbo, menjadikan BUMI sebagai salah satu saham paling aktif dan diperbincangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat, saham BUMI melonjak 54,6% hanya dalam sepekan dan ditutup di level Rp368. Capaian ini sekaligus menandai harga tertinggi BUMI sejak 2018, sebuah level psikologis penting bagi investor lama yang sempat menunggu bertahun-tahun.
Tidak hanya dari sisi harga, aktivitas perdagangan saham BUMI juga terbilang luar biasa. Nilai transaksi saham ini disebut berkontribusi sekitar 25–30% dari total nilai transaksi harian BEI, menandakan minat pasar yang sangat besar terhadap BUMI.
Kinerja Saham BUMI Sepanjang 2025
Jika ditarik lebih panjang, kinerja saham BUMI sepanjang tahun berjalan terbilang impresif. BRIDS mencatat, saham BUMI telah naik lebih dari 200% secara year to date (YtD). Lonjakan ini menempatkan BUMI sebagai salah satu saham dengan performa terbaik di sektor energi dan pertambangan.
Penguatan tersebut mencerminkan perubahan persepsi pasar terhadap fundamental dan prospek BUMI. Setelah melalui fase restrukturisasi dan tekanan berat di masa lalu, BUMI kini mulai kembali dilirik sebagai saham yang menawarkan momentum dan likuiditas tinggi.
Bagi investor ritel, pergerakan cepat saham BUMI juga menghadirkan peluang trading jangka pendek yang menarik. Sementara bagi investor yang sudah masuk di level rendah, reli ini menjadi momen “full senyum” karena potensi capital gain yang signifikan.
Analisis Teknikal Saham BUMI
Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai tren saham BUMI masih berada dalam fase penguatan, meski volatilitas tetap perlu diwaspadai. Level support dan resistance menjadi perhatian utama investor dalam menentukan strategi selanjutnya.
Berikut level teknikal saham BUMI menurut BRIDS:
-
Support: 322 – 334
-
Resistance: 378 – 396
Selama harga mampu bertahan di atas area support, peluang melanjutkan penguatan menuju area resistance dinilai masih terbuka. Namun, investor juga diimbau mencermati potensi aksi ambil untung (profit taking) mengingat kenaikan saham yang sudah sangat tinggi dalam waktu singkat.
Sentimen Positif dan Minat Pasar
Tingginya nilai transaksi menunjukkan saham BUMI kini menjadi “arena utama” bagi pelaku pasar, baik investor ritel maupun institusi. Likuiditas yang besar membuat saham ini relatif mudah diperdagangkan, sehingga menarik bagi trader aktif.
Selain faktor teknikal, sentimen sektor energi dan batu bara juga masih menjadi perhatian pasar. Harga komoditas yang relatif stabil serta kebutuhan energi global turut menopang optimisme terhadap emiten-emiten tambang besar, termasuk BUMI.
Pergerakan BUMI juga kerap menjadi barometer sentimen terhadap saham-saham terafiliasi Grup Bakrie. Ketika BUMI menguat signifikan, saham-saham afiliasi lain biasanya ikut mendapat sorotan, meski dengan risiko dan karakteristik yang berbeda.
Perbandingan dengan Saham DEWA
Selain BUMI, BRIDS juga menyoroti saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang dalam sepekan naik 46,8% dan ditutup di level Rp650, tertinggi sejak 2008. Namun, fokus utama pasar tetap tertuju pada BUMI karena skala transaksi dan lonjakan harga yang lebih masif.
Meski demikian, pergerakan DEWA turut memperkuat narasi positif di sektor kontraktor tambang dan pertambangan secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa reli tidak hanya terjadi pada satu saham, tetapi juga menyebar ke emiten terkait.
Catatan Penting untuk Investor
Meski saham BUMI menawarkan peluang keuntungan yang besar, investor tetap disarankan untuk berhati-hati. Kenaikan harga yang terlalu cepat sering kali diikuti volatilitas tinggi. Manajemen risiko, disiplin pada target, serta pemahaman profil risiko pribadi menjadi kunci dalam menyikapi saham dengan pergerakan agresif seperti BUMI.
Bagi investor jangka panjang, penting untuk tetap mencermati kinerja fundamental dan kebijakan perusahaan ke depan. Sementara bagi trader, momentum teknikal dan volume transaksi menjadi faktor utama dalam menentukan langkah.
Lonjakan saham BUMI hingga 54,6% dalam sepekan dan kenaikan lebih dari 200% sepanjang 2025 menjadi alasan kuat mengapa saham ini disebut mampu membuat investor “full senyum”. Didukung nilai transaksi jumbo dan tren teknikal yang masih positif, BUMI kini berada di pusat perhatian pasar.
Namun, di balik peluang besar tersebut, investor tetap perlu bersikap cermat dan disiplin. Saham BUMI memang tengah bersinar, tetapi strategi yang tepat akan menentukan apakah senyum investor bertahan lama atau justru berubah menjadi kewaspadaan. (nsp)