- Antara
Saham BUMI Melonjak Tajam, Investor Berpeluang “Full Senyum” Usai Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2018
Sentimen Positif dan Minat Pasar
Tingginya nilai transaksi menunjukkan saham BUMI kini menjadi “arena utama” bagi pelaku pasar, baik investor ritel maupun institusi. Likuiditas yang besar membuat saham ini relatif mudah diperdagangkan, sehingga menarik bagi trader aktif.
Selain faktor teknikal, sentimen sektor energi dan batu bara juga masih menjadi perhatian pasar. Harga komoditas yang relatif stabil serta kebutuhan energi global turut menopang optimisme terhadap emiten-emiten tambang besar, termasuk BUMI.
Pergerakan BUMI juga kerap menjadi barometer sentimen terhadap saham-saham terafiliasi Grup Bakrie. Ketika BUMI menguat signifikan, saham-saham afiliasi lain biasanya ikut mendapat sorotan, meski dengan risiko dan karakteristik yang berbeda.
Perbandingan dengan Saham DEWA
Selain BUMI, BRIDS juga menyoroti saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang dalam sepekan naik 46,8% dan ditutup di level Rp650, tertinggi sejak 2008. Namun, fokus utama pasar tetap tertuju pada BUMI karena skala transaksi dan lonjakan harga yang lebih masif.
Meski demikian, pergerakan DEWA turut memperkuat narasi positif di sektor kontraktor tambang dan pertambangan secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa reli tidak hanya terjadi pada satu saham, tetapi juga menyebar ke emiten terkait.
Catatan Penting untuk Investor
Meski saham BUMI menawarkan peluang keuntungan yang besar, investor tetap disarankan untuk berhati-hati. Kenaikan harga yang terlalu cepat sering kali diikuti volatilitas tinggi. Manajemen risiko, disiplin pada target, serta pemahaman profil risiko pribadi menjadi kunci dalam menyikapi saham dengan pergerakan agresif seperti BUMI.
Bagi investor jangka panjang, penting untuk tetap mencermati kinerja fundamental dan kebijakan perusahaan ke depan. Sementara bagi trader, momentum teknikal dan volume transaksi menjadi faktor utama dalam menentukan langkah.
Lonjakan saham BUMI hingga 54,6% dalam sepekan dan kenaikan lebih dari 200% sepanjang 2025 menjadi alasan kuat mengapa saham ini disebut mampu membuat investor “full senyum”. Didukung nilai transaksi jumbo dan tren teknikal yang masih positif, BUMI kini berada di pusat perhatian pasar.
Namun, di balik peluang besar tersebut, investor tetap perlu bersikap cermat dan disiplin. Saham BUMI memang tengah bersinar, tetapi strategi yang tepat akan menentukan apakah senyum investor bertahan lama atau justru berubah menjadi kewaspadaan. (nsp)