- Istimewa
Indonesia Target Kalahkan Malaysia! Ambisi Jadi Ekonomi Syariah Nomor Satu Dunia pada 2029
Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia memasang target besar: menjadi negara dengan ekosistem ekonomi syariah terbaik di dunia pada 2029. Ambisi ini bukan sekadar wacana, melainkan strategi nasional yang diproyeksikan bakal menggeser Malaysia dan Arab Saudi yang selama bertahun-tahun mendominasi peringkat global.
Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas, Rosy Wediawaty, mengatakan pemerintah kini semakin serius mempercepat pengembangan ekonomi syariah secara sistematis. Langkah pertama yang disebut paling krusial adalah memasukkan agenda ekonomi syariah ke dalam dokumen perencanaan nasional dan daerah, sesuatu yang sebelumnya tak pernah dilakukan.
“Dulu sama sekali tidak ada ekonomi syariah di dokumen perencanaan. Padahal itu acuan pembangunan. Kalau di perencanaan saja tidak muncul, siapa yang akan menjalankan?” ungkap Rosy di Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Belajar dari Negara Non-Muslim yang Sudah Melaju
Rosy menjelaskan kesadaran Indonesia untuk memperkuat sektor syariah justru muncul setelah melihat negara-negara non-muslim seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Filipina yang telah lebih dahulu serius menggarap industri ini. Padahal Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan pangsa pasar yang sangat besar.
“Potensinya besar, perputaran uangnya besar, dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kita targetkan mengejar Malaysia,” ujarnya.
Rosy menegaskan posisi Arab Saudi diprediksi lebih mudah disalip karena selisih skor dalam penilaian global tidak terlalu jauh. Tantangan utama justru ada pada Malaysia yang selama 11 tahun berturut-turut tidak tergeser dari posisi pertama.
Indonesia Yakin Lebih Unggul di Event dan Ekosistem Syariah
Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Inza Putra, menilai Indonesia memiliki kekuatan signifikan di bidang penyelenggaraan program ekonomi syariah berskala internasional.
Ia mencontohkan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang disebut jauh lebih terstruktur dibandingkan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS).
“ISF itu ada VESA, ada Road to ISF. Kalau MIHAS ya langsung MIHAS saja, tidak ada pra-kegiatan. Memang sekarang mereka punya VESA, tapi kita lebih komprehensif,” ujar Inza.
Inza juga menyebut semakin banyak kementerian dan lembaga yang aktif mengembangkan program ekonomi syariah. Hal tersebut menjadi momentum kuat untuk mempercepat pencapaian target Indonesia.
Dengan regulasi dan kolaborasi yang semakin menguat, ia optimistis Indonesia mampu menduduki peringkat pertama dunia pada akhir 2029.
“Insya Allah kita bisa mengalahkan Malaysia segera. Akhir 2029, insya Allah,” tegasnya.
Posisi Indonesia Saat Ini: Peringkat 3 Dunia
Dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report edisi Juli 2025, Malaysia masih memimpin peringkat global ekonomi syariah selama 11 tahun berturut-turut. Arab Saudi berada di posisi kedua, sementara Indonesia menempati peringkat ketiga.
Peringkat tersebut dinilai dari empat indikator utama:
-
sektor makanan halal
-
keuangan syariah
-
pariwisata ramah muslim
-
fesyen modest
Dengan roadmap baru, integrasi lintas kementerian, serta fokus memperkuat industri halal nasional, Indonesia yakin dapat berlari lebih cepat menuju posisi nomor satu dunia.
Ambisi besar ini menjadi sinyal bahwa ekonomi syariah bukan hanya potensi, tetapi juga menjadi salah satu motor pertumbuhan nasional menjelang 2030. (nsp)