news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sejumlah toko di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Pulo Gadung, Jakarta Timur tutup pasca adanya kabar mengenai beras oplosan..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Harga Beras di Pasar Induk Cipinang Disebut sudah Turun, Ketua Koperasi Ungkap Peran Penting Kementan

Ketua Koperasi PIBC menyebut kelangkaan beras di sejumlah ritel modern justru memberikan dampak positif bagi pedagang di PIBC dan membuat aktivitas jual beli di pasar induk lebih bergairah.
Selasa, 19 Agustus 2025 - 15:09 WIB
Reporter:
Editor :

“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa strategi penyaluran SPHP berhasil menekan harga dan menjaga ketersediaan beras di pasaran. Ini membuktikan bahwa intervensi pasar yang kita lakukan berjalan efektif,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan, untuk beras premium di ritel modern tercatat 12 provinsi yang harga jualnya telah sesuai HET dan 12 provinsi lainnya mengalami penurunan harga.

Di pasar tradisional, 6 provinsi telah sesuai HET dan 13 provinsi mengalami penurunan harga. Untuk beras medium di ritel modern terdapat 5 provinsi yang telah sesuai HET dan 7 provinsi mengalami penurunan harga, serta sementara di pasar tradisional 6 provinsi telah sesuai HET dan 17 provinsi mengalami penurunan harga

Menurut Ahmad Rizal, BULOG telah menetapkan rencana penyaluran SPHP untuk enam bulan ke depan, yaitu Juli hingga Desember 2025, dengan target penyaluran stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1.3 juta ton. Penyaluran ini dilakukan melalui jaringan distribusi yang luas, melibatkan ritel modern, pasar tradisional, hingga mitra penyalur di daerah.

Sesuai arahan Mentan Amran Sulaiman, penyaluran beras SPHP akan dikonsentrasikan di wilayah-wilayah yang masih mengalami kenaikan harga signifikan. Sementara wilayah yang terpantau sedang panen, penyaluran beras SPHP akan dikurangi atau bahkan dihentikan. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga harga di tingkat petani.

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:06
04:15
01:40
02:00
03:00
05:29

Viral