news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar-tvOne

Tarif Dagang AS-China Melonggar, RI Tak Boleh Sia-siakan Momen untuk Menyusupkan Lobi ke Washington

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, RI tengah bersiap melakukan pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat dalam jeda perang tarif dengan China.
Kamis, 15 Mei 2025 - 18:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia melihat peluang strategis di tengah pelonggaran tarif antara Amerika Serikat dan China.

Dalam kurun 90 hari ke depan, kedua negara adidaya ini menyepakati jeda sementara dalam konflik dagang mereka.

Momen ini akan menjadi celah yang ingin dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi dalam perdagangan global, khususnya dengan AS.

Oleh sebab itu, pemerintah segera menyusun agenda negosiasi agar kepentingan ekspor nasional bisa lebih diakomodsi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, RI tengah bersiap melakukan pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat dalam periode jeda tersebut.

"Kan 90 hari ke depan (AS) dengan China pause. Jadi kita memanfaatkan waktu itu untuk bernegosiasi dengan Amerika," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mengkaji materi negosiasi, termasuk memetakan komoditas strategis yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral mendatang.

Di sisi lain, ia menilai bahwa jeda tarif ini belum dapat dimaknai sebagai berakhirnya ketegangan perdagangan antara AS dan China.

"Market bereaksi positif tapi kan kita tidak bisa mengambil kesimpulan karena ini baru periode sementara," ucap dia.

Kesepakatan untuk menurunkan tarif diumumkan secara resmi oleh pemerintah AS pada Senin (12/5), setelah melalui rangkaian negosiasi intensif yang berlangsung di Jenewa, Swiss, sepanjang akhir pekan lalu.

Berdasarkan pernyataan bersama, kedua negara akan memangkas bea masuk secara signifikan. AS akan menurunkan tarif atas produk-produk asal China dari 145 persen menjadi 30 persen.

Sementara China akan memangkas tarif atas barang dari AS dari 125 persen menjadi 10 persen, paling lambat pada 14 Mei.

Kendati sifatnya masih sementara, kesepakatan ini dipandang sebagai kemajuan besar dalam meredakan ketegangan dagang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pelonggaran itu tampaknya juga disambut baik oleh pasar global karena memberi harapan baru bagi stabilitas ekonomi dunia.

Dalam pernyataan resmi yang sama, Washington dan Beijing sepakat untuk membangun kemitraan dagang yang "berkelanjutan, jangka panjang, dan saling menguntungkan."

Jeda tarif selama 90 hari antara AS dan China bakal menjadi peluang yang tidak ingin disia-siakan Indonesia guna membuka jalan bagi akses pasar yang lebih luas serta memperkuat posisi dagang RI di tengah dinamika geopolitik global. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:27
39:43
03:16
04:30
30:22
04:50

Viral