news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri PKP Maruarar Sirait.
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Percepat Pembangunan Perumahan Subsidi, Kementerian PKP Siapkan Lahan Strategis untuk Tarik Investor

Pemerintah kini tengah berusaha untuk menarik para investor untuk dapat mewujudkan perumahan subsidi tersebut
Selasa, 6 Mei 2025 - 10:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggeber pembangunan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (BPR). 

Pemerintah kini tengah berusaha untuk menarik para investor untuk dapat mewujudkan perumahan subsidi tersebut. 

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, bahwa strategi yang akan dilakukan untuk menarik para investor yakni dengan menyediakan lahan yang strategis untuk dibangun perumahan subsidi. 

"Ya kita harus berusaha, kita harus berusaha, ya yang ditawarkan tentu tanah-tanah yang bagus. Namanya investor mana mau rugi," katanya di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (5/5/2025) malam. 

Pria yang akrab disapa Ara ini menyebut ada beberapa tanah yang cocok untuk dijadikan lokasi dibangunnya perumahan subdisi, salah satunya di wilayah Lippo Karawaci. 

Menurutnya lokasi tersebut telah memiliki ekosistem yang baik, sehingga Qatar berani untuk membangun perumahan di kawasan tersebut. 

"Contoh, yang ada di Lippo Karawaci, ukuran bagusnya, strategis, sebelah lapangan golf, ekosistemnya udah jalan, udah ada Universitas bagus, sekolah bagus, ada rumah sakit bagus, jalannya besar," ucapnya. 

Oleh karena itu, kini pemerintah terus berupaya mencari lahan-lahan yang terbaik agar dapat menarik para investor guna wujudkan perumahan bagi masyarakat. 

"Memang kita harus semakin menyiapkan lahan yang bagus dan skema yang menarik. Tentu harus sama-sama untung," ujarnya. 

Adapun sejauh ini beberapa negara telah bersedia untuk menanamkan modal ke Indonesia untuk membangun perumahan seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Malaysia dan China. (aha/nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:41
05:22
16:05
01:34
51:29
01:22

Viral