news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Airlangga saat menghadiri Plenary Session of Russia Indonesia Business Forum.
Sumber :
  • Antara

Diversifikasi Mitra Dagang! RI Incar Pasar Ekspor Baru ke BRICS hingga CPTPP, Airlangga Ungkap Respons Negara-Negara Bidikan

Langkah diversifikasi mitra ekspor yang sedang diupayakan oleh Indonesia merupakan strategi untuk memperluas penetrasi produk nasional ke pasar global yang lebih luas.
Jumat, 25 April 2025 - 17:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah RI terus memperluas akses ekspor Indonesia dengan membidik sejumlah pasar nontradisional.

Salah satu fokus utama adalah menjalin kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota BRICS, serta negara-negara yang tergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

Langkah diversifikasi mitra ekspor ini dinilai strategis untuk memperluas penetrasi produk nasional ke pasar global.

Upaya ini juga merupakan bagian dari respons pemerintah atas kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa aksesi Indonesia ke dalam BRICS dan CPTPP membuka peluang besar untuk menembus pasar baru seperti Inggris, Meksiko, serta negara-negara di kawasan Amerika Latin.

“Indonesia baru masuk menjadi BRICS dan ini juga menjadi akses pasar yang baru dan juga aksesi Indonesia di dalam CPTPP. Nah itu akan membuka pasar baru, baik itu UK, kemudian Meksiko, dan beberapa negara Latin Amerika lain,” kata Airlangga dalam konferensi pers daring bertajuk Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat, Jumat (25/4/2025).

Ia menambahkan, perluasan akses pasar juga berjalan seiring dengan percepatan penyelesaian berbagai perjanjian dagang strategis, termasuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

“Kami sudah berkomunikasi dengan Komisioner IEU-CEPA dan mereka sekarang sangat terbuka serta ingin agar IEU-CEPA ini segera diselesaikan. Ini perubahan yang cukup mendasar,” imbuhnya.

Menurut Airlangga, pembukaan pasar ekspor ke BRICS, CPTPP, dan Uni Eropa merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam merespons tekanan dagang dari Amerika Serikat, sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di pasar global.

Dalam kunjungannya ke AS, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia terus mendorong dialog dagang bilateral dengan pemerintah setempat.

Salah satu bentuk konkretnya adalah penyampaian proposal kerja sama perdagangan yang mencakup lima kepentingan utama Indonesia.

Kelima poin tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan energi, peningkatan akses ekspor yang kompetitif, penyederhanaan regulasi domestik, penguatan rantai pasok industri strategis dan mineral kritis, serta kerja sama teknologi di bidang kesehatan, pertanian, dan energi terbarukan.

Airlangga mengungkapkan, pendekatan Indonesia mendapat sambutan baik dari sejumlah pejabat tinggi di Amerika Serikat, termasuk dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan.

“Dialog dan pembahasan teknis detail (negosiasi) akan dilakukan dalam dua minggu ke depan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang merespons secara aktif proses negosiasi perdagangan dengan AS.

Posisi ini dianggap strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berjalan.

Saat ini, pemerintah telah menyiapkan lima sektor prioritas untuk dibahas lebih lanjut bersama AS.

Untuk mempercepat prosesnya, telah dibentuk kelompok kerja khusus yang akan menangani isu-isu teknis secara lebih terstruktur.

Di tingkat global, Indonesia juga terus mendorong tatanan perdagangan internasional yang adil dan setara.

Pemerintah menolak pandangan bahwa kerja sama ekonomi harus menjadi permainan saling meniadakan atau zero-sum game.

Langkah agresif Indonesia dalam membuka pasar baru dan memperkuat diplomasi dagang menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekspor yang tangguh. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral