news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga Emas Antam.
Sumber :
  • ANTARA

Drama Emas Palsu 109 Ton: Bos Antam Bantah Kerugian Fantastis Rp 5,9 Kuadriliun

Antam tegas bantah rugi Rp5,9 kuadriliun akibat kasus emas palsu 109 ton. Dirut Nico tegaskan produk Antam tersertifikasi LBMA dan tata kelola sudah dibenahi.
Jumat, 14 Maret 2025 - 08:11 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Nicolas D. Kanter, akhirnya angkat bicara terkait isu panas yang menyebut perusahaannya terlibat kasus korupsi emas palsu 109 ton dengan kerugian negara mencapai Rp 5,9 kuadriliun. Isu ini sempat viral di media sosial, memicu kehebohan di kalangan masyarakat dan menjadi sorotan utama di ruang publik.

Namun, Nico menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia membantah klaim adanya kerugian Antam sebesar Rp 5,9 kuadriliun akibat kasus emas palsu tersebut. 

Menurutnya, kasus ini sebenarnya sudah terungkap sejak tujuh bulan lalu dan kini sedang dalam proses persidangan di Kejaksaan Agung.

"Di media sosial yang diberitakan itu banyak yang tidak tepat. Kasus ini sebenarnya terkait emas palsu 109 ton yang terungkap tujuh bulan lalu. Itu sudah diklarifikasi dan sekarang masih dalam tahap persidangan," ujar Nico dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2025).

Nico juga menyoroti klaim kerugian Rp 5,9 kuadriliun yang disebut-sebut lebih besar dari kerugian Pertamina. Menurutnya, angka tersebut tidak berdasar dan sudah dibantah langsung oleh Kejaksaan Agung.

"Jadi ini juga tidak baik, bahkan di media disampaikan Antam mengalami kerugian lebih besar dari Pertamina, sampai Rp 5,94 kuadriliun. Itu jelas tidak benar," tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi dan pemulihan kepercayaan publik, Antam disebut telah melakukan pembenahan menyeluruh dalam tata kelola bisnis emas. Nico mengakui bahwa di masa lalu memang terdapat kelemahan dalam pengelolaan emas di Antam, namun pihaknya kini berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan secara menyeluruh.

"Kita telah melakukan perbaikan tata kelola emas. Kita mengakui ada kelemahan dalam pengelolaan di masa lalu, tetapi apa yang disampaikan media juga tidak sepenuhnya benar," imbuhnya.

Nico juga menegaskan bahwa emas produksi Antam sudah tersertifikasi oleh London Bullion Market Association (LBMA), lembaga internasional yang mengatur standar kualitas dan kredibilitas perdagangan emas dan perak di pasar global.

"Kalau ada yang bilang emas Antam itu palsu, itu jelas tidak mungkin. Kita sudah pastikan semua produk emas Antam sesuai standar LBMA," kata Nico.

Meski demikian, Nico mengakui adanya persoalan dokumentasi terkait asal-usul emas yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Beberapa emas yang diproduksi Antam ternyata berasal dari tambang ilegal atau yang tidak memiliki izin resmi.

"Yang dituduhkan itu adalah emas yang diserahkan berasal dari tambang ilegal. Tapi kita tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa asal-usul emas sampai ke tahap itu," jelasnya.

Sebagai solusi, Antam kini hanya akan memproses emas yang berasal dari kontrak karya resmi atau dari impor yang memiliki dokumen lengkap dan sah.

Dalam kasus emas palsu ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka baru yang diduga melakukan manipulasi pada produk emas Antam antara tahun 2010 hingga 2021.

Para tersangka disebut melakukan penyalahgunaan jasa manufaktur di Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPPLM) PT Antam. Mereka dituduh melekatkan merek Antam pada logam mulia tanpa adanya kerja sama resmi dengan Antam.

Menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, para tersangka memiliki latar belakang dari kalangan swasta dan individu. Mereka diduga bersekongkol dengan enam tersangka sebelumnya yang menjabat sebagai General Manager UBPPLM PT Antam pada periode 2010–2021.

Menutup pernyataannya, Nico menegaskan bahwa Antam akan terus memperkuat sistem tata kelola untuk mencegah kasus serupa terulang di masa depan. Ia optimis bahwa dengan dukungan dari regulator dan peningkatan pengawasan internal, Antam akan mampu menjaga reputasi sebagai produsen emas terpercaya di Indonesia dan dunia.

"Ke depan, kami hanya akan memproses emas dari sumber yang jelas dan terverifikasi. Ini demi menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap produk Antam," tutup Nico.

Dengan berbagai upaya perbaikan yang sedang berlangsung, Antam berharap dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri emas global. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral