news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bahlil Lahadalia: Dunia Gempar ke Indonesia saat Hentikan Ekspor Bijih Nikel.
Sumber :
  • Istimewa

Seruan Bahlil soal Hilirisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi RI, Ungkap Potensi Ekspor Menggiurkan di 2040

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa melalui hilirisasi industri juga, Indonesia mampu mendorong nilai tambah dan menggenjot lapangan kerja baru.
Kamis, 17 Oktober 2024 - 20:17 WIB
Reporter:
Editor :

Nilai ekspor nikel Indonesia meningkat signifikan dari 3,3 miliar dolar AS pada 2017 menjadi 34 miliar dolar AS pada 2023.

"Pada tahun 2017, 2018 ekspor kita 3,3 miliar dolar AS, kita setop, Waktu itu smelter kita belum sampai 10, kita menyetop ekspor ore nikel. Sekarang ekspor nikel kita hasil hilirisasi sudah mencapai hampir 34 miliar dolar AS. Dari hanya Rp50 triliun sekarang mencapai Rp500 triliun. Bayangkan, negara dapat berapa itu?," ucap Bahlil.

Menurutnya, keberhasilan ini terjadi setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel mentah.

Ini juga yang mendorong pembangunan smelter dalam negeri, yang saat ini sudah mencapai hampir 10 kali lipat dari sebelumnya.

Transformasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan negara dari pajak dan royalti, tetapi juga menciptakan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.

Namun, langkah Indonesia menghentikan ekspor bahan baku menghadapi tekanan internasional, terutama karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang sangat besar, mencapai 40-45 persen cadangan dunia.

Bahlil menjelaskan bahwa nikel merupakan komponen kunci dalam produksi baterai kendaraan listrik, yang kini menjadi fokus dunia seiring dengan peralihan dari energi fosil menuju energi terbarukan.

Dengan cadangan besar nikel, mangan, dan kobal, Indonesia menjadi salah satu negara strategis dalam rantai pasokan global untuk industri kendaraan listrik dan teknologi energi hijau.

"Jadi di dunia, orang akan memakai mobil listrik pasti tergantung pada bahan baku nikel, kobal, mangan Republik Indonesia. Jadi kalau kita mau bicara tentang kedaulatan negara kita tahu tentang geopolitik," kata Bahlil. (ant/rpi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral