- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Pemkot Yogyakarta Relokasi Sentra Penjahit di Sisi Barat Malioboro, Akan Disulap Jadi Taman Kota
Yogyakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta merelokasi sentra penjahit di sisi barat Malioboro.
Relokasi ini bagian dari upaya penataan kawasan untuk menghadirkan ruang terbuka hijau di pusat kota.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa bangunan yang selama ini menjadi sentra permak jins di wilayah Terban dibongkar seluruhnya.
Hal ini menyusul rampungnya proyek pembangunan Pasar Terban yang lokasinya tidak jauh dari sentra penjahit tersebut.
Relokasi ini sudah menjadi kebijakannya sejak dilantik memimpin Kota Yogyakarta setahun yang lalu.
"Sejak setahun yang lalu saya dilantik, terus langsung saya rencanakan itu (sentra penjahit di Terban) supaya dibersihkan. Rumah-rumah penjahit permak jins itu kita bongkar semua," kata Hasto kepada awak media di pendopo taman Perwira Prawirodirjan, Rabu (21/1/2026).
Pemkot Yogyakarta memastikan proses pemindahan tidak sekadar menggusur, melainkan memindahkan ekosistem usaha ke tempat yang lebih baik.
Sekarang ini, pemerintah tengah memastikan fasilitas pendukung di tempat relokasi yang baru siap digunakan.
"Kami baru disiapkan di Pasar Terban itu, mesin jahitnya bisa masuk ke dudukan-dudukan itu," ucap Hasto.
Ke depan, eks sentra penjahit di wilayah Terban disulap menjadi taman kota. Penataan tersebut akan dimulai pada 2026 ini.
"Saya bikin pedestrian dan taman," ujar Hasto.
Mantan Bupati Kulon Progo tersebut juga memberikan perhatian penuh terhadap keluhan pedagang di Pasar Sentul yang mengalami penurunan omzet imbas sepinya pembeli.
Atas keluhan ini, Pemkot Yogyakarta disebut telah berkomunikasi dengan para pedagang. Pemerintah memberikan dispensasi berupa diskon retribusi. Pun, menyarankan para pedagang bisa berinovasi agar ramai pembeli.
"Sudah komunikasi dengan saya. Kita lakukan dispensasi malah itu di diskon supaya pembayarannya tidak memberatkan. Di lantai tiga, saya suruh buat kreativitas sebenarnya diadakan pasar murah gitu," pungkas Hasto. (scp/buz)