news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokter forensik sekaligus Ketua Tim BFMC, AKBP dr. D Aji Kadarmo..
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Dokter Forensik Polda DIY Beberkan Fakta Mencengangkan Kasus Mutilasi 65 Potongan Tubuh di Sleman

Korban mutilasi di sebuah wisma di Pakem, Sleman, Ayu Indraswari (34) ternyata meninggal dengan cara mengenaskan. Bahkan setelah meninggal, korban dimutilasi pelaku dengan cara yang sadis.
Rabu, 22 Maret 2023 - 18:21 WIB
Reporter:
Editor :

Sleman, tvOnenews.com - Korban mutilasi di sebuah wisma di Pakem, Sleman, Yogyakarta, Ayu Indraswari (34) ternyata meninggal dengan cara mengenaskan. Bahkan setelah meninggal, korban dimutilasi pelaku dengan cara yang sadis.

Jasad korban baru ditemukan oleh saksi bersama polisi selang satu hari setelah dimutilasi. Korban dieksekusi pada Sabtu (18/3/2023) sekitar pukul 15.15 WIB, dan baru ditemukan pada Minggu (19/3/2023) pukul 23.00 WIB.

Setelah dilakukan serangkaian olah TKP, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY pada Senin pagi, (20/3/2023). Jasad korban kemudian dilakukan otopsi oleh tim dokter dan Inafis Polda DIY.

Dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, AKBP dr. D Aji Kadarmo membeberkan kondisi jasad korban saat dilakukan otopsi. Menurutnya, proses otopsi dilakukan selama beberapa jam sejak pagi hingga siang hari.

"Kami melakukan pemeriksaan ini pada hari Senin tanggal 20 Maret 2023 mulai jam 6.45 pagi sampai siang hari. Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian dilakukan pemulasaraan jenazah. Kemudian dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan," kata Aji saat rilis kasus di Mapolda DIY, Rabu (22/3/2023).

Pelaku mutilasi Heru Prastyo alias HP (23) surat yang ia tulis usai membunuh korban - (Andri Prasetyo)

Dijelaskan Aji, kondisi korban saat dilakukan otopsi sudah dalam keadaan membusuk di beberapa bagian tertentu. Sebab sejak kematian korban hingga ditemukan dan dilakukan otopsi sudah lebih dari 24 jam.

"Kita sudah temukan ada pembusukan di bagian-bagian tertentu yaitu di bagian perutnya terutama dan ini sesuai dengan tempus delicti yang tadi disampaikan oleh Pak Dirkrimum bahwa ini sudah lebih dari 24 jam," ujarnya.

Aji yang juga menjabat Ketua Tim Bhayangkara Forensic Medicine Centre (BFMC) Polda DIY juga membeberkan terkait jumlah potongan tubuh korban. Menurutnya, ada beberapa bagian tubuh korban yang sudah terpisah.

"Kemudian kami temukan ada luka. Luka ini adalah luka dalam bagian potongan yang terbesar itu ada terpisah menjadi tiga bagian yaitu di bagian setinggi kedua pangkal paha jadi ada 1 ada 2 kemudian di bagian yang besarnya lagi itu sudah terpisah berarti di bagian perut dari setinggi paha ini ke sampai ke bagian kepala. Itu yang benar-benar terpisah," ungkapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral