- tim tvOne/Ahmad Sukri
Diduga Lepas 15 Pekerja Tambang Emas Ilegal, Ditkrimsus Polda Sumut: Mereka Berperan sebagai Tukang Masak dan Pendukung Kegiatan Tambang
Medan, tvOnenews.com - Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumatera Utara, Diduga melepaskan 15 orang pekerja tambang emas ilegal berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Kriminal Khusus, Kombespol Rahmat Budi Utomo kepada awak media, Jumat (13/3/2026).
"Mereka itu hanya sebagai juru masak dan tukang beli bensin, jadi mana mungkin kita tahan," jelas Rahmat Budi kepada tvOnenews.com.
Budi menyampaikan seluruh 15 orang pekerja yang dipulangkan, dinilai tidak tahu menahu soal aktivitas tambang emas ilegal tersebut, lantaran hanya sebagai "tukang suruh".
"Saat kita amankan mereka juga sedang tidur kok, kelelahan usai disuruh membeli bensin," tutupnya.
Sebelumnya, tim gabungan Sat Brimob Polda Sumut, dan Ditreskrimsus Polda Sumut menindak tambang emas ilegal yang ada di pinggir Sungai Batang Gadis, perbatasan Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
Dalam operasi tersebut sebanyak 14 ekskavator diamankan. Alat berat diamankan dari dua lokasi berbeda dengan rincian, 12 di area tambang dan dua lagi dalam perjalanan menuju lokasi.
Sementara itu, sebelumnya 17 orang yang diamankan kini hanya tersisa dua orang lain yang menjadi tersangka berinisial AB dan AD warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina). AB berperan sebagai operator alat berat dan AD sebagai mekanik boks sekaligus koordinator lapangan.
Tak tanggung-tanggung, diduga kuat perkiraan omzet yang didapat oleh para pelaku tambang emas ilegal ini mencapai Rp1,5 miliar per harinya. Hal itu disampaikan Wakapolda Sumut saat sidak ke lokasi tambang.
"Untuk per harinya, dari informasi awal yang kami peroleh tiap titik yang ada di kegiatan tersebut bisa menghasilkan 100 gram emas ilegal," ujar Waka Polda Sumut Brigjen Sonny Irawan kepada media, Selasa (3/3/2026).
Pada lokasi tambang terdapat 6 lubang tambang dengan rincian, dua di Kabupaten Mandailing Natal, dan empat di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam satu lubang, diperkirakan menghasilkan 100 gram emas.
Adapun untuk saat ini pasaran emas batangan lokal (Cukim) saat ini laku Rp2,6 juta per gramnya. (Asr/wna)