- Istimewa
Serunya Belajar Seni Melipat Kertas ala Jepang, Tsuru Kazari Origami dan Warabe Ningyou Origami
Saat itu Sadako masih berusia dua tahun. Selama menjalani perawatan dan pengobatan di rumah sakit itulah Sadako berusaha melipat seribu bangau kertas dengan harapan memperoleh kesembuhan.
Sayang, harapannya tidak terwujud. Sadako meninggal pada usia dua belas tahun. Untuk mengenangnya, dibuatlah patung Sadako dengan burung bangau emas di tangannya dan dipajang di Taman Monumen Perdamaian Hiroshima.
Sebagai bentuk dedikasi kepadanya, rakyat Jepang pun menetapkan tanggal 6 Agustus sebagai Hari Perdamaian.
Alasan lainnya mengapa seni melipat kertas di Jepang menjadikan bangau sebagai simbol karena masyarakat setempat mengenal burung bangau sebagai hewan yang sangat setia pada pasangannya.
“Karena itu pula rakyat Jepang juga menjadikan bangau sebagai lambang cinta dan kesetiaan,” terangnya.
Warabe Ningyou Origami
“Sementara Warabe Ningyou Origami adalah kerajinan kertas boneka Jepang berbentuk boneka dengan pakaian kimono, dapat dibuat dalam bentuk laki-laki atau perempuan,” tutur Dr Ina.
Teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan ningyou adalah melipat, menggunting, dan menempel. Sesuai dengan polanya, bagian-bagian boneka disiapkan seperti bagian kepala, rambut, atau kimono. Setelah itu, dengan teknik melipat dan menempel, boneka siap dibentuk.
Susunan ningyou dalam perayaan hinamatsuri: Boneka diletakkan di atas panggung bertingkat yang disebut dankazari (tangga untuk memajang).
Jumlah anak tangga pada dankazari ditentukan berdasarkan jumlah boneka yang ada. Masing-masing boneka diletakkan pada posisi yang sudah ditentukan berdasarkan tradisi turun temurun.
Kemudian panggung dan kazari diberi alas selimut tebal berwarna merah yang disebut hi-mosen.
Setelah mendapatkan materi tentang seni Tsuru Kazari Origami dan Warabe Ningyou Origami, sebanyak 75 siswa SMAN 1 Manyar Gresik tampak tak sabar untuk praktik menjajal teknik melipat kertas ala Negeri Sakura itu.
“Kegiatan ini sangat seru. Kalau bisa diadakan rutin mengenalkan budaya-budaya Jepang seperti ini,” ujar salah seorang siswi yang nampak antusias melipat origami miliknya.
Para siswa bahkan meminta hasil karya mereka agar dipajang di ruangan multimedia tempat pelaksanaan kegiatan. Tidak sedikit dari mereka yang mengabadikan hasil karya mereka dengan berswafoto.