news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gempa Intraslab M 5,7 Guncang Pacitan.
Sumber :
  • tim tvone - agus wibowo

Gempa Intraslab M 5,7 Guncang Pacitan, BPBD Koordinasi dengan BMKG untuk Kajian Lanjutan

Warga Kabupaten Pacitan dikejutkan oleh guncangan gempa bumi cukup kuat yang terjadi pada Selasa pagi, 27 Januari 2026, sekitar pukul 08.20 WIB.
Rabu, 28 Januari 2026 - 12:25 WIB
Reporter:
Editor :

Pacitan, tvOnenews.com - Warga Kabupaten Pacitan dikejutkan oleh guncangan gempa bumi cukup kuat yang terjadi pada Selasa pagi, 27 Januari 2026, sekitar pukul 08.20 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 itu berpusat di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer.

Getaran gempa dirasakan cukup luas hingga ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, bahkan terasa sampai luar provinsi. Dampak guncangan menyebabkan kerusakan pada sedikitnya dua rumah warga di Pacitan. Selain itu, laporan kerusakan juga datang dari daerah lain seperti Ponorogo, Trenggalek, Madiun dan Malang hingga Bali. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, menjelaskan bahwa gempa tersebut bukan berasal dari patahan aktif di permukaan bumi. 

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng atau gempa intraslab,” ujarnya.

Erwin menambahkan gempa intraslab terjadi di dalam lempeng samudra yang sedang menunjam ke bawah lempeng benua dalam sistem subduksi. Gempa jenis ini tidak dipicu oleh pergeseran lempeng di permukaan, melainkan oleh tekanan dan tarikan yang menyebabkan deformasi batuan di dalam lempeng itu sendiri.

“Wilayah terjadinya gempa intraslab dikenal sebagai zona Wadati–Benioff, yaitu zona penunjaman lempeng dimana energi deformasi dapat terakumulasi dan dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa bumi,”lanjutnya.

Secara karakteristik, gempa intraslab memiliki kedalaman menengah hingga dalam, berkisar antara 70 hingga 300 kilometer. Gempa jenis ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempanya terlalu dalam untuk menyebabkan deformasi dasar laut secara signifikan, serta tidak berkaitan langsung dengan keberadaan sesar aktif di permukaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan dampak gempa di lapangan.

“Kami saat ini berkoordinasi dengan BMKG untuk kajian lebih lanjut terkait gempa ini, sekaligus melakukan asesmen cepat terhadap kerusakan yang terjadi di wilayah terdampak,” katanya.

BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan bangunan atau kondisi darurat lainnya. (asw/hen)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
04:54
01:29
01:03
01:32
08:21

Viral