- tvOne - rohmadi
Tanggul Sungai Slumbung Tergerus, Tujuh Rumah Warga Mojowarno Terancam Ambruk
Jombang, tvOnenews.com – Ancaman bencana mengintai permukiman warga di Dusun Penggaron, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Sedikitnya tujuh rumah dilaporkan berada dalam kondisi rawan ambruk akibat tanggul Sungai Slumbung yang terus tergerus aliran air.
Kerusakan tanggul tersebut menyebabkan struktur tanah di bawah permukiman melemah. Dampaknya, retakan muncul dan terus melebar di sejumlah bangunan warga, terutama saat hujan deras disertai getaran.
Kepala Dusun Penggaron, Mahmud Nasution, menjelaskan bahwa kerusakan tanggul sebenarnya bukan masalah baru. Kondisi tersebut telah terjadi selama beberapa tahun terakhir dan semakin parah dalam waktu dekat.
“Kerusakannya sudah cukup parah. Sampai sekarang ada tujuh rumah terdampak, mulai dari retak-retak sampai ada yang longsor. Yang paling parah itu bagian bawah rumah retak, bahkan dapurnya sudah miring,” ungkap Mahmud, Senin (15/12).
Situasi ini memaksa salah satu keluarga mengungsi sementara karena khawatir terjadi longsoran susulan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Mahmud menambahkan bahwa tanda-tanda kerusakan awal sebenarnya sudah terlihat sejak dua hingga tiga tahun lalu. Namun, kondisi tersebut memburuk dalam dua pekan terakhir setelah banjir melanda wilayah tersebut.
“Retakannya dulu kecil, sekarang makin melebar setelah banjir kemarin,” jelasnya.
Kekhawatiran serupa dirasakan warga terdampak lainnya. Sujiono (50), salah satu pemilik rumah yang mengalami retakan serius, mengaku rumahnya mulai rusak sejak dua bulan terakhir dan semakin parah saat hujan deras mengguyur.
“Kalau hujan deras itu rasanya was-was. Ada getaran, terus retakannya makin besar. Kamar tidur saya sampai terbelah, akhirnya pindah tidur di ruang tamu,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan, terutama penguatan tanggul sungai agar tanah tidak terus ambles.
“Kami berharap ada bantuan supaya rumah bisa diperbaiki dan tanggulnya diperkuat, biar tidak tambah parah,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang membenarkan adanya ancaman longsor yang membahayakan rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, melalui Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevy Maria, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan asesmen lapangan.
“Dari hasil kajian kami, ada sekitar empat sampai lima rumah yang kondisinya sangat terancam. Ada tanggul yang menggantung, dan beberapa tembok rumah sudah mengalami retakan serius,” terang Stevy.
Ia menyebut kondisi semakin memburuk pascabanjir terakhir. Retakan pada tanggul dan dinding rumah terus bertambah seiring meningkatnya intensitas hujan.
BPBD Jombang tercatat telah melakukan asesmen sebanyak tiga kali dan telah mengirimkan surat kepada instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
Hingga kini, warga masih menanti realisasi perbaikan tanggul Sungai Slumbung, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan potensi longsor susulan yang terus mengancam keselamatan permukiman. (roi/gol)