- dewi rina
Rencana Dana Hibah Rp29,8 Miliar dari Bojonegoro ke Lamongan Tuai Kontroversi
Disarankan lanjut Sukur, lebih baik uang hampir Rp30 miliar tersebut diberikan untuk kebutuhan masyarakat Bojonegoro yang hingga saat ini belum terpenuhi, termasuk pemerataan (Bantuan Keuangan Khusus Desa) BKKD. Karena sampai saat ini masih ada 33 desa di Bojonegoro yang belum pernah mendapat BKKD.
Disinggung terkait bantuan dana hibah ke Kabupaten Pemkab Blora, Jawa Tengah senilai Rp34,3 miliar. Bantuan keuangan (bankeu) tersebut untuk keperluan pembangunan jalan menuju Bandara Ngloram.
Selain itu juga memberikan dana hibah ke Pemkab Sumedang senilai Rp1,2 milyar untuk pembelian peralatan Informasi Teknologi (IT).
Sukur menjawab bahwa lembaga DPRD tidak memutuskan sendiri-sendiri, namun sebagai Wakil Ketua DPRD Dan Ketua Partai di Bojonegoro ingin mendengakan alasan argumentasi mereka, namun secara umum berpendapat belum waktunya dana APBD Bojonegoro dibuat untuk membantu kabupaten lainnya. Ditegaskan jika dipaksakan akan mengundang amarah masyarakat Bojonegoro karena masih ada persoalan lainnya di Bojonegoro belum tuntas.
Sementara Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Hery Widodo dalam keterangannya tidak memberikan penjelasan secara rinci. Namun dia mengatakan, saat ini ada rencana pembangunan Waduk Pejok di Kepohbaru yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan.
"Hamparannya memang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, dan hamparannya waduk tersebut lebih luas di Kabupaten Lamongan," ungkapnya.
Waduk tersebut diharapkan bisa mengairi lahan pertanian di lima kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Kadin PU SDA juga menyampaikan bahwa untuk perbaikan Waduk Pejok tersebut, masih dalam proses kajian oleh pihak BBWS, juga terkait AMDAL masih proses di tingkat Provinsi Jawa Timur. (dra/far)