News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Percepat Penanganan Banjir, Dinas PU SDA Lamongan Fokus Bersihkan Enceng Gondok dan Optimalkan Pompa Air

Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan lakukan percepatan penanganan banjir di sejumlah wilayah rawan, khususnya kawasan Bengawan Jero
Rabu, 14 Januari 2026 - 12:49 WIB
Penanganan Banjir di Lamongan
Sumber :
  • tim tvone - mahrus

Lamongan, tvOnenews.com – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan terus melakukan percepatan penanganan banjir di sejumlah wilayah rawan, khususnya kawasan Bengawan Jero.

Upaya tersebut difokuskan pada pembersihan saluran air mulai dari hambatan eceng gondok, optimalisasi pompa air, dan penguatan koordinasi lintas instansi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan, Saikhu, menyampaikan bahwa pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat di pintu-pintu air dan kawasan rawa menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.

“Pembersihan eceng gondok menjadi prioritas utama kami saat ini. Kami sudah mengerahkan alat berat dan menyiagakan beberapa backhoe di titik-titik strategis, terutama di wilayah Bengawan Jero yang merupakan daerah tangkapan air cukup luas,” ujarnya. 

Menurutnya, Bengawan Jero memiliki peran vital sebagai kawasan penyangga air. Jika alirannya terganggu oleh sampah maupun tanaman air, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, baik pada pemukiman maupun lahan pertanian.

Selain pembersihan saluran, Dinas PU SDA juga mengoptimalkan operasional pompa air di sejumlah outlet pembuangan menuju Sungai Bengawan Solo. Pompa-pompa tersebut dipastikan selalu dalam kondisi siap pakai dan dapat dioperasikan selama 24 jam apabila terjadi peningkatan debit air.

“Pompa air harus selalu siap. Ketika debit air naik, pompa ini menjadi kunci untuk mempercepat pembuangan air dari kawasan rawa ke sungai besar,” tambahnya.

Dari sisi anggaran, Dinas PU SDA mengarahkan pembiayaan pada pemeliharaan rutin infrastruktur serta pembangunan tanggul-tanggul kritis. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Lamongan juga menjalin koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, mengingat sebagian kewenangan pengelolaan sungai berada di pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Meski ada kewenangan di pusat, kami tetap melakukan langkah-langkah darurat di lapangan demi mengurangi risiko banjir,” jelasnya.

Kabid SDA juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, sumbatan kecil yang terjadi di banyak titik dapat berdampak besar saat hujan lebat.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT