- Tim tvOne - Galih Manunggal
Anak Petani Jadi Lulusan Terbaik di IAIN Kudus, Ini 3 Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi
Kudus, Jawa Tengah - Memiliki anak yang berprestasi tentu menjadi cita-cita semua orang tua, tak terkecuali dengan pasangan suami istri asal Blora, Jawa Tengah, Sujiman (51) dan Siti Aminah (50). Putri kedua mereka, Endang Susanti, menjadi salah satu mahasiswa wisudawan terbaik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus.
Kedua orang tua Endang berprofesi sebagai petani di pelosok Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Meski dengan keterbatasan ekonomi, Endang mampu bekerja keras dan bersaing untuk menjadi mahasiswa terbaik dan membanggakan kedua orang tua. Ia memperoleh predikat cumlaude dalam Program Studi Pemikiran Politik Islam dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89.
Keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi kamu untuk menjadi berprestasi. Ada banyak peluang bagi kita untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi. Meski semua tidak mudah, semua butuh proses dan perjuangan ekstra.
Berikut 3 tips untuk membantu kamu menjadi mahasiswa berprestasi.
1. Memanajemen waktu dengan baik
Manajemen waktu adalah merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang, entah itu mahasiswa maupun yang sudah bekerja. Mengatur waktu dengan baik bertujuan agar aktivitas yang kamu lakukan berjalan sesuai rencana.
Bagi prioritas untuk semua kegiatanmu, mana yang penting dan mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak, hingga urusan tidak penting tidak mendesak.
Selain itu, kamu juga perlu membuat timeline bulanan, mingguan, bahkan rencana harian. Timeline berfungsi untuk menjaga pola keseimbangan aktivitas yang kamu lakukan, Menjadi patokan ketika kamu lupa kegiatan apa yang harus kamu lakukan.
Setiap timeline harus memiliki target, meski hanya target kecil. Dan pastikan untuk mencapai target tersebut pada waktu yang telah ditentukan.
2. Aktif berorganisasi sesuai kebutuhan
Tidak hanya prestasi akademik yang menjadi patokan seorang mahasiswa menjadi berprestasi. Hal lain yang bisa dipertimbangkan satunya adalah dengan aktif berorganisasi.
Pengalaman organisasi, dalam waktu tertentu sangat dibutuhkan untuk menjadi persyaratan. Misalnya untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa berprestasi, atau ketika hendak mendapatkan beasiswa.
Namun jangan sampai terlarut dalam kesibukan organisasi, sampai-sampai melupakan kewajiban utama sebagai mahasiswa. Sebab, fokus berorganisasi selama ini telah menjadi alasan klasik bagi para mahasiswa untuk tidak fokus kuliah.