news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ainun Najib (28), warga Desa Sambiroto, Tayu, Pati, Jawa Tengah sedang membersihkan rumahnya yang jebol akibat diterjang banjir bandang..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Cerita Pilu Warga Tayu Pati Rumahnya Ambrol Diterjang Banjir, Gendong Ibu Susuri Tanggul saat Air Bah Datang

Ainun Najib (27) tak menyangka bahwa nasib apes akan menimpa hidupnya. Rumahnya yang berada di tepi Sungai Silugonggo, Desa Sambiroto, Tayu, Pati, ambrol diterjang banjir.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 18:06 WIB
Reporter:
Editor :
Desa Sambiroto, Tayu Pati, dilanda banjir setelah diguyur hujan berjam-jam, Jumat (9/1/2026) malam.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Air terus naik. Di atas tanggul, ketinggian banjir sudah mencapai setengah meter, itu belum di bawahnya. Tambak-tambak mulai jebol.

Ainun melangkah perlahan, menahan tubuh ibunya, melawan arus yang bisa menyeret siapa saja ke laut.

"Di atas tanggul sendiri, ketinggian sudah setengah meter, saya berjalan sambil menggendong ibu saya menyusuri tanggul sembari menahan kuatnya terjangan air bah. Mencekam, jika kepleset saja, kami bisa langsung hanyut ke laut," tambahnya.

Di sekelilingnya, perjuangan juga ada perjuangan-perjuangan lain. Para nelayan bertaruh nyawa menahan perahu agar tak hanyut. Di bawah tanggul, rumah-rumah mulai tenggelam. Warga berlarian, sebagian mencari perlindungan di masjid.

"Saya melihat para nelayan berjibaku menahan perahunya untuk diikat kuat-kuat. Sebagian warga di bawah tanggul, rumahnya sudah mulai terendam. Banyak yang berhamburan menyelamatkan diri di Masjid."

Ainun dan kakaknya akhirnya membawa sang ibu ke rumah paman yang posisinya lebih tinggi. Malam itu mereka selamat, meski tanpa kepastian apa yang tersisa.

Banjir itu tak lama, hanya beberapa jam karena kampung ini memang berada dekat hilir sungai. Air yang mengalir deras langsung tumpah ke laut. Setelah air surut, kenyataan pahit terungkap.

Banjir melanda Desa Sambiroto, Tayu, Pati, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Rumah Ainun di ujung Desa Sambiroto itu ambrol. Pondasinya jebol, tanah di bawahnya longsor diterjang banjir. Perabotan, pakaian, dan barang-barang lainnya termasuk motor kesayangannya porak-poranda.

Sungai Tayu yang juga sering dinamai sebagai Sungai Silugonggo kembali tenang, Ainun berdiri menatap puing-puing di dalam rumahnya.

Rumah yang belum lama dibangunnya itu rusak berat. Tapi ia masih menggenggam satu hal yang paling berharga, keluarganya selamat. Di desa pesisir itu, banjir tak hanya membawa air, tetapi juga cerita pilu tentang bertahan hidup di tengah amukan alam.

Saat tim tvOnenews.com kembali ke sana esok harinya, lumpur di mana-mana. Air sungai sudah turun, tapi arusnya masih deras. Warga sibuk membersihkan lumpur-lumpur di rumah dan jalan-jalan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral