- Tim tvOne - Abdul Rohim
Jalan Pantura Pati–Rembang Macet Belasan Kilometer, Ini Penyebabnya
Pati, tvOnenews.com - Jalur utama Pantura Timur dari Pati menuju Rembang, Jawa Tengah atau sebaliknya mengalami kemacetan panjang akibat proyek pengecoran jalan Pantura, Kamis (13/7/2023).
Kemacetan yang mencapai belasan kilometer ini dipicu karena jalan Pantura di daerah perbatasan Kecamatan Batangan dan Juwana, Kabupaten Pati, diberlakukan sistem buka tutup satu lajur untuk dua arah secara bergantian.
Proyek pengecoran jalan Pantura Pati – Rembang di daerah perbatasan Kecamatan Juwana dan Batangan, tepatnya di Desa Trimulyo dan Raci, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membuat jalur pantura timur Semarang – Surabaya mengalami kemacetan parah.
Kondisi ini memaksa sopir yang melintas terjebak macet. Mereka mengeluh waktunya habis di jalan karena terjebak kemacetan panjang.
Dalam pantauan udara terlihat kendaraan yang terjebak dalam kemacetan ini membentuk deretan panjang hingga belasan kilometer dari arah Pati hingga Rembang.
Dari arah Kabupaten Pati kepadatan kendaraan mulai terlihat sebelum pertigaan Sampang, Desa Purworejo, Kecamatan Pati Kota. Penumpukan kendaraan bahkan terjadi dari ketiga arah, baik dua arah dari jalur pantura serta jalur alternatif Sampang – Jakenan.
Kemacetan di titik ini diakibatkan banyaknya para pengendara melawan arus lalu lintas untuk memotong waktu tempuh. Padahal volume kendaraan dari jalan alternatif mulai bertambah akibat dampak perbaikan jalan Pantura yang ada di perbatasan Kecamatan Batangan dan Juwana.
Arus kendaraan yang semrawut di pertigaan tersebut justru mengakibatkan titik kemacetan bertambah. Antrian kendaraan bahkan berpotensi mengular hingga pintu masuk jalan lingkar Pati.
Salah satu sopir truk dari Jakarta menuju Surabaya, Dadang, mengeluhkan kondisi kemacetan yang terjadi. Ia mengaku telah terjebak macet sejak Kamis (13/7/2023) dini hari hingga Kamis (13/7/2023) malam kemacetan panjang masih belum terurai.
“Sudah kena macet sejak Kamis dinihari, sudah berjam jam ini belum bisa keluar dari daerah Pati. Biasanya siang atau sore sudah sampai Surabaya,” ujar Dadang.
Karena terjebak macet beberapa jam, Dadang mengeluh rugi waktu dan biaya bahan bakar menjadi membengkak.
“Wah ya rugi solar rugi waktu. Seharusnya sudah sampai ini belum sampai, ini sudah berapa jam ini banyak jam. Kalau normalnya dari Pati ke tujuan minimal 4 jam paling,” ungkapnya.