Relawan PMI Cianjur, Jawa Barat, berhamburan keluar markas karena merasakan gempa yang cukup kencang, Sabtu (3/12/2022)..
Sumber :
  • (ANTARA/Ahmad Fikri)

Ketakutan, Warga Cianjur Berhamburan Keluar Rumah karena Guncangan Gempa M 6,4 di Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 - 18:31 WIB

Cianjur, tvOnenews.com - Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 berpusat di Kabupaten Garut, dirasakan cukup kencang oleh warga di Cianjur, Jawa Barat, sehingga warga yang masih trauma kembali berhamburan keluar dari dalam rumah dan perkantoran menuju lapangan terbuka, Sabtu (3/12/2022) petang.

Informasi BMKG gempa berkekuatan 6,4 magnitudo dengan lokasi 7.51 lintang selatan, 107.52 bujur timur atau 52 kilometer Barat Daya Kabupaten Garut dengan ke dalaman 118 kilometer, tidak berdampak tsunami, sehingga warga diimbau agar tetap waspada.

Berdasarkan pantauan di Cianjur, gempa yang terjadi selama 10 detik itu, membuat warga yang berada di dalam rumah berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri karena selang dua pekan sebelumnya Cianjur diguncang gempa M 5,6 yang membuat puluhan ribu rumah rusak dan ratusan ribu orang mengungsi.

Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana PMI Cianjur, Fajar Aciana, mengatakan getaran gempa cukup keras terasa meski pusat gempa terjadi di Kabupaten Garut, puluhan relawan yang sedang bertugas melakukan pendataan dan pelayanan kesehatan di Markas PMI Cianjur, berhamburan keluar.

"Gempa Garut cukup kencang dirasakan terlebih mereka yang berada di dalam ruangan, langsung berhamburan keluar ruangan, kami pikir gempa susulan kembali terjadi dengan lokasi Cianjur," katanya.

Pihaknya langsung berkoordinasi dengan posko terpusat Pemkab Cianjur, terkait dampak gempa yang dirasakan sekitar 10 detik itu. PMI juga masih menangani dampak gempa yang terjadi.

"Kami masih melakukan koordinasi dan mengirim relawan ke lapangan untuk melakukan pendataan, semoga gempa Garut ini, tidak membuat warga Cianjur bertambah trauma," katanya.

Sementara pewarta yang sedang menunggu konperensi pers di Pendopo Cianjur, berhamburan keluar dari area pendopo karena merasakan getaran yang cukup kencang, mereka bertahan di area parkir kantor Bupati Cianjur, guna mengantisipasi gempa susulan kembali terjadi dan dapat merusak bangunan.

"Sudah pasti panik, Kang, karena gempa susulan yang kami pikir terpusat di Cianjur, kembali mengguncang. Gempa M 5.6 yang mengguncang Cianjur dua pekan lalu masih menyisakan trauma bagi kami dan warga Cianjur," kata Ikbal Selamet, salah seorang pewarta.

Aktivitas Warga Kembali Normal

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi mengatakan bahwa aktivitas warga sudah kembali normal usai gempa magnitudo 6,4 mengguncang Garut, Jawa Barat pada Sabtu (3/12/2022) pukul 16.49 WIB.

“Gempa terasa hanya sebentar semua pada keluar, tidak lama, mereka sudah beraktivitas seperti biasa,” ujar Satria kepada tvOne, Sabtu (3/12/2022).

"Beberapa wilayah di Garut memang ada beberapa wilayah yang rawan, kami sementara masih berkoordinasi dengan beberapa Kepala wilayah. Tapi Alhamdulillah untuk wilayah Selatan masih aman dan masyarakat sudah melakukan aktivitas seperti biasa." tambah Satria.

Sementara berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa di Garut terasa di sebagian wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

“Dirasakan juga sampai Pelabuhan Ratu, Cilacap, Sawarna, hingga Wonosobo dan Trenggalek artinya dirasakan dirasakan sampai ke Jawa Timur,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Sabtu (3/11/2022).

Berdasarkan pantauan BMKG, gempa yang terasa di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur intensitasnya antara MMI 2-4.

“Intensitas guncangan 4 MMI semestinya tidak berbahaya karena hanya dirasakan tapi tidak merusak. Namun yang dikhawatirkan apabila bangunan-bangunan rumah itu tidak aman gempa seperti di Cianjur tidak ada kolom besinya tidak ada perkuatan itu yang seharusnya aman bisa jadi rusak,” kata Dwikorita

Pemerintah Daerah terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak mengenai korban dan dampak kerusakan bangunan. Namun untuk menjaga keamanan, Bupati Garut mengimbau agar warga menjauhi lereng karena khawatir longsor.

“Kami tadi sudah komunikasi dengan BMKG, khawatir ada tanah longsor kami meminta masyarakat menghindari daerah tebing-tebing,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan  kepada tvOne, Sabtu (3/12/2022).

“Kami meminta karena malam hari, tingkat kewaspadaan perlu ditingkatkan,” tambah Rudy.

Sebelumnya, gempa magnitudo 6.4 yang mengguncang Garut, Jawa Barat pada Sabtu (3/12/2022) pukul 16:49 WIB.

Gempa berpusat di 52 km Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan kedalaman 118 km.

Gempa tidak berpotensi tsunami dan masyarakat diimbau tidak menyebarkan video yang dapat memunculkan kepanikan. (put/ant/muu)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
01:43
04:41
05:26
03:59
01:39
01:02
Viral