BMKG Ingatkan Ada Suhu Panas Tinggi di 15 Lokasi, Imbau Jangan Bakar Lahan Kering
- viva.co.id/pixabay
Jakarta, tvonenews.com- Kabar terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal suhu panas di indonesia.
- Dewa Ketut Sudiarta Wiguna-Antara
Dalam keterangan BMKG, dijelaskan berdasarkan pantauan satelit sebanyak 15 titik panas (hotspot) atau suhu panas muncul di sejumlah daerah di Sumatra Utara.
"Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis, yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20," kata Prakirawan BBMKG wilayah I, Christin Mori di Medan, Senin, dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, disebutkan sebanyak 15 titik suhu panas berada Kabupaten Karo, Dairi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal dan Simalungun.
Kemudian info dari Prakirawan sementara Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, menyebutkan sejumlah perairan di Sumatra Utara dari 24 hingga 26 masih berpotensi diterjang gelombang setinggi 1,15 hingga 2,5 meter.
Namun sebagai catatan, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Batu, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias dan Perairan Timur Kepulauan Nias.
- viva.co.id/pixabay
Sebagai tambahan informasi, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Senin.
Prakirawan Afif menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari Laut Banda, Maluku bagian selatan hingga tenggara di Laut Arafura.
Kondisi yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Berdasarkan data terbaru BMKG, yang diambil dari catatan suhu maksimum harian pada 14‑15 dan 18‑19 Maret 2026, sebelumnya menempatkan Jakarta di puncak daftar 20 kota terpanas di tanah air.
Kota‑kota lain yang berada di urutan teratas meliputi Ciputat (35,5°C) dan Tangerang (35,4°C) di Banten, serta sejumlah wilayah di Kalimantan dan Papua dengan suhu di atas 34°C. Diketahui, fenomena ini bukan sekadar kebetulan.
BMKG juga menjelaskan bahwa gerak semu tahunan Matahari yang berada dekat ekuator meningkatkan intensitas penyinaran pada siang hari, sementara minimnya tutupan awan memperkuat radiasi matahari yang mencapai permukaan.(klw)
Load more