- Istimewa
Kampus Mengajar: Pelita di Sudut Kota Pancasila
Para peserta didik juga merasa senang dengan hadirnya mahasiswa karena mampu membangun suasana pembelajaran baru yang lebih menyenangkan.
“Anak-anak tentunya sangat senang dengan kedatangan kakak-kakak mahasiswa Kampus Mengajar. Mahasiswa datang membawa berbagai opsi metode pembelajaran menyenangkan yang ditawarkan kepada kami. Tentu saja kami selaku guru juga merasa terbantu,” cerita Christiana Benedict Tanalu, guru SDI Onekore 5 yang juga berperan sebagai guru pamong bagi para mahasiswa Kampus Mengajar.
Selaras dengan cerita tersebut, Mako Bibiana, Kepala Sekolah SDI Onekore 5 juga mengapresiasi kehadiran dan dampak positif yang dibawa oleh peserta program Kampus Mengajar, terutama pada aspek peningkatan literasi dan numerasi peserta didik di sekolahnya.
“Dampak yang paling utama itu, tentunya anak-anak jadi bisa membaca, menulis, menghitung dengan baik, dan juga bisa menggunakan berbagai alat IT. Kamu juga merasa senang karena kehadiran mahasiswa bisa mendampingi kami dalam pelaksanaan Asesmen Nasional,” ujarnya.
Selain berdampak bagi para peserta didik di sekolah sasaran, program Kampus Mengajar juga memiliki fokus untuk meningkatkan kompetensi para pesertanya yang berasal dari kalangan mahasiswa.
Kompetensi yang diasah melalui program Kampus Mengajar meliputi kemampuan komunikasi interpersonal, kerjasama tim, cara berpikir kreatif dan analitis, kepemimpinan, serta empati sosial.
Pentingnya program Kampus Mengajar sebagai inkubator bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensinya juga disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam.
“Program Kampus Mengajar ini diharapkan mampu berdampak pada para mahasiswa, dampak positif tentunya, yaitu dengan pengalaman baru, belajar bersama para guru serta mengenalkan pada dunia profesi yang akan adik-adik sekalian masuki dengan soft skills dan hard skills yang terbukti langsung dipraktekkan langsung di lapangan,” tutur Nizam.
Pada saat yang bersamaan, dampak tersebut juga memang dirasakan oleh para mahasiswa. Walburga Oriani Tanur misalnya, mahasiswa yang bertugas di SDI Onekore 5 merasakan bahwa kemampuan bekerja dalam satu tim dan komunikasinya meningkat sejak bertugas di program Kampus Mengajar.
“Saya merasakan adanya peningkatan dalam cara berpikir saya, khususnya dalam menemukan solusi kreatif dalam menghadapi suatu permasalahan,” ujar Gregorius Marteiro Teku, salah satu mahasiswa Kampus Mengajar yang juga bertugas di SDI Onekore 5.