- Istimewa
Cerita Pahit di Balik 18 Tahun Membangun Digital Agency
"Itu pukulan yang paling berat secara personal. Bukan soal nominalnya, meskipun itu juga menyakitkan. Tapi soal kepercayaan yang dikhianati," ujar Tessar. "Setelah kejadian itu, kami memperketat semua sistem internal. Audit keuangan lebih rutin, akses lebih terbatas, dan kami akhirnya mengurus sertifikasi ISO 9001 untuk memastikan ada standar yang tidak bisa dilewati siapapun."
Pandemi Covid-19 menambah daftar tantangan. Bukan hanya proyek yang tertunda dan klien yang memotong budget, tapi juga tim kunci yang memilih resign di tengah ketidakpastian.
"Waktu pandemi, beberapa orang inti kami memutuskan untuk keluar. Alasannya bermacam-macam, ada yang pindah ke perusahaan yang dianggap lebih stabil, ada yang memilih karier lain," kata Tessar. "Di saat revenue turun dan proyek berkurang, kehilangan orang-orang kunci itu terasa dua kali lipat lebih berat. Tapi justru di situlah kami belajar membangun sistem yang tidak bergantung pada satu atau dua orang."
Di tengah tekanan cashflow dan berbagai cobaan, Tessar mengaku pernah menolak klien yang meminta pendekatan tidak etis dalam strategi digital marketing mereka.
"Ada klien yang minta kami pakai teknik black hat SEO. Spamming, manipulasi backlink, konten palsu. Revenue-nya memang menggiurkan," kata Tessar. "Tapi kami tolak. Kalau kami terima, kami merusak reputasi yang sudah kami bangun bertahun-tahun. Satu proyek kotor bisa menghancurkan semua yang sudah dibangun. Itu prinsip yang tidak bisa ditawar, apapun kondisi keuangan kami saat itu."
Yang menarik dari perjalanan Arfadia bukan hanya cerita pahitnya, tapi bagaimana perusahaan ini terus beradaptasi setelah setiap pukulan. Didirikan pada 25 Februari 2008 dengan lima orang di Kuningan, Jakarta Selatan, Arfadia membangun reputasi dari klien-klien berskala nasional seperti Allianz, BPJS Ketenagakerjaan, BMW, Daikin, dan sejumlah kementerian di Indonesia.
Pada 2023, ketika industri SEO mulai terdisrupsi oleh AI, Arfadia justru pivot ke layanan Generative Engine Optimization (GEO), membantu brand muncul di jawaban ChatGPT dan platform AI lainnya. Perusahaan bahkan membuka program workshop AI SEO untuk tim marketing korporasi, lengkap dengan sertifikasi. Sebuah langkah yang menjadikan Arfadia bukan sekadar agency, tapi juga penyedia pelatihan di bidang yang masih sangat baru.