Apa Penyebab Menopause Dini Pada Wanita dan Adakah Solusinya?
Jakarta, tvOnenews.com - Setiap perempuan pada akhirnya akan memasuki masa menopause, yakni fase ketika siklus menstruasi berhenti secara permanen.
Menopause merupakan proses biologis alami yang menandai berakhirnya masa reproduksi seorang wanita.
Namun, banyak perempuan mengalami kekhawatiran ketika menghadapi masa ini karena perubahan hormonal dapat memengaruhi kesehatan fisik dan emosional.
Di Indonesia, menopause umumnya terjadi pada usia 44 hingga 51 tahun. Namun sebagian perempuan dapat mengalaminya sebelum usia 40 tahun, kondisi yang dikenal sebagai menopause dini. Faktor penyebab menopause dini antara lain:
- operasi pengangkatan indung telur,
- kemoterapi atau radioterapi pada pasien kanker,
- kelainan genetik yang menyebabkan cadangan sel telur sedikit sejak lahir,
- penggunaan obat tertentu yang menekan fungsi reproduksi.
- Pada sebagian kasus, penyebab menopause dini tidak diketahui secara pasti.
Tahap menjelang menopause disebut premenopause dan biasanya terjadi 4–5 tahun sebelum menstruasi berhenti sepenuhnya.
Gejala yang paling sering dilaporkan antara lain:
- menstruasi tidak teratur atau jarang muncul,
- jumlah darah menstruasi semakin sedikit,
- rasa panas tiba-tiba (hot flashes) meski berada di ruangan dingin,
- perubahan suasana hati (mood swing),
- penurunan gairah seksual,
- kekeringan pada area kewanitaan yang dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan,
- nyeri tulang dan penurunan tenaga,
- rasa cepat lelah dan menurunnya motivasi beraktivitas.
Gejala yang sama juga dialami perempuan dengan menopause dini karena penyebab utamanya sama, yaitu menurunnya produksi hormon estrogen.
Stres berat, kebiasaan merokok, konsumsi kafein berlebihan, tidur tidak teratur, serta paparan radikal bebas dipercaya dapat menurunkan kualitas sel telur.
Meskipun belum terbukti sebagai penyebab menopause dini secara langsung, gaya hidup tidak sehat berpotensi mempercepat penurunan fungsi reproduksi.
Sebaliknya, istirahat cukup, asupan gizi seimbang, dan konsumsi vitamin dapat membantu menjaga kualitas sel telur pada perempuan usia subur.
Hormon estrogen berperan dalam menjaga elastisitas kulit dan produksi kolagen. Ketika hormon ini menurun, kulit memang dapat menjadi lebih kendur dan kering.
Perawatan kulit medis atau estetika dapat membantu meningkatkan kolagen, namun hasilnya bersifat sementara karena tidak dapat menggantikan fungsi estrogen sepenuhnya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan perempuan untuk menjaga kesehatan saat memasuki masa menopause antara lain:
- Menerapkan pola hidup sehat: olahraga teratur, tidur cukup, dan mengurangi konsumsi kafein.
- Menghindari rokok dan alkohol.
- Berjemur untuk mendapatkan vitamin D guna menjaga kesehatan tulang.
- Konsumsi makanan berbahan kedelai seperti tempe, tahu, atau susu kedelai yang mengandung fitoestrogen yang merupakan senyawa yang mirip dengan hormon estrogen.
Berkonsultasi dengan dokter bila gejala dirasa mengganggu untuk mendapatkan terapi hormon atau penanganan lainnya.
Menopause merupakan fase alami, bukan penyakit. Dengan pemahaman yang tepat serta persiapan fisik dan mental, perempuan dapat melalui masa ini dengan lebih nyaman dan tetap produktif.