- Instagram - Indira Fatima
Timnas Indonesia Resmi Cari Pelatih Baru Karena Regulasi FIFA? Pelatih Putri Wajib Pimpin di Level Internasional
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia harus mencari pelatih wanita baru untuk masuk dalam jajaran kepelatihan tim putri. FIFA resmi mengubah regulasi dengan mewajibkan pelatih putri masuk dalam staf kepelatihan inti tim nasional putri.
Saat ini Timnas Indonesia Putri masih di bawah tanggung jawab Satoru Mochizuki sebagai technical advisor Timnas Indonesia Putri. Posisi pelatih pun berganti-ganti seperti sempat dipimpin Joko Susilo dan Akira Higashiyama.
FIFA mewajibkan setidaknya sebuah tim nasional putri memiliki pelatih kepala atau asisten pelatih wanita. Kebijakan ini menjadi cara FIFA menguatkan representasi perempuan di dunia kepelatihan sepak bola khususnya di level internasional.
Dilansir dari laman BBC, aturan tersebut akan mulai diterapkan pada berbagai ajang, termasuk Piala Dunia U-17 Putri, Piala Dunia U-20 Putri, hingga Liga Champions Putri di musim ini.
Ke depan, regulasi ini juga berlaku untuk seluruh level kompetisi, baik tim nasional maupun klub, dari kelompok usia hingga senior.
Dalam ketentuan terbaru, setiap tim diwajibkan memiliki minimal dua staf perempuan di bangku cadangan saat pertandingan berlangsung, dengan salah satunya harus mengisi posisi pelatih kepala atau asisten pelatih.
Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan FIFA sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat peran perempuan di dunia sepak bola, khususnya di sektor kepelatihan yang selama ini masih didominasi oleh pria.
Chief Football Officer FIFA, Jill Ellis, menegaskan bahwa perubahan ini sangat penting untuk masa depan sepak bola wanita.
“Masih sangat sedikit perempuan yang terlibat dalam kepelatihan saat ini. Kami harus melakukan lebih banyak untuk mempercepat perubahan dengan menciptakan jalur yang lebih jelas, memperluas peluang, dan meningkatkan visibilitas perempuan di pinggir lapangan,” ujar Ellis.
“Regulasi baru FIFA yang dikombinasikan dengan program pengembangan yang terarah merupakan investasi penting bagi generasi pelatih perempuan saat ini dan masa depan," kata Ellis.
Sebagai gambaran, pada Piala Dunia Putri 2023, hanya 12 dari 32 pelatih kepala yang merupakan perempuan. Salah satu yang paling menonjol adalah pelatih timnas Inggris, Sarina Wiegman, yang juga menjadi satu-satunya pelatih perempuan yang mencapai babak perempat final.