- instagram timnas indonesia
Belum Debut di FIFA Series, tapi John Herdman Sudah Dapat Pujian dari Pundit Malaysia: Dia Jauh Lebih Hebat
tvOnenews.com - Kedatangan John Herdman di kursi kepelatihan Timnas Indonesia benar-benar mengguncang peta persaingan sepak bola Asia Tenggara.
Pelatih asal Kanada ini resmi mengikat komitmen dua tahun bersama PSSI dengan misi ambisius, yakni merestorasi fondasi Skuad Garuda untuk jangka panjang.
Reputasi Herdman memang bukan kaleng-kaleng. Keberhasilannya menyulap Kanada menjadi kekuatan yang disegani di level dunia menjadi alasan utama mengapa ia dianggap sebagai sosok "arsitek" yang tepat.
Kini, publik menanti tangan dinginnya untuk membenahi arah Timnas Indonesia yang sempat kehilangan momentum di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- PSSI
Ujian perdana Herdman sudah di depan mata. Ajang FIFA Series pada Maret mendatang akan menjadi panggung pembuktian taktik dan gaya kepemimpinannya.
Keseriusan Herdman pun tak main-main. Ia bahkan memilih menetap di Indonesia guna mempercepat adaptasi dan merombak total struktur kepelatihan demi fondasi tim yang lebih kokoh.
Patrick Kluivert vs John Herdman
- Kolase tvOnenews
Menariknya, pujian justru datang dari negara tetangga. Pundit sepak bola Malaysia, Keesh Sundaresan, secara terang-terangan menyebut Herdman memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pendahulunya, Patrick Kluivert, terutama dalam aspek kepemimpinan dan cara bicara.
Bagi Keesh, Herdman adalah sosok yang mampu menjembatani visi kepelatihan dengan hati para pemain. Ia menilai pelatih baru Indonesia ini jauh lebih visioner.
“Kata-kata dia lugas dan komunikator yang hebat dibandingkan dengan Patrick Kluivert yang memiliki koneksi Belanda (dengan pemain timnas),” ungkap Keesh Sundaresan melalui kanal YouTube Astro Arena.
“Dia jauh lebih hebat dan komunikator yang unggul, memiliki pandangan yang lebih luas,” tambahnya.
Bukan sekadar jual teori
- Kolase tvOnenews.com | : canadasoccer.com - X @timnasindonesia
Meski dikenal sebagai komunikator ulung, Herdman ditegaskan bukan tipe pelatih yang hanya mahir bersilat lidah dengan istilah filosofis yang mengawang-awang.
Keesh menilai Herdman adalah praktisi lapangan yang realistis, tapi punya nyali besar. Hal ini terbukti dari target berani yang ia usung, yakni membawa Indonesia menembus Piala Dunia 2030.