- REUTERS/Matteo Ciambelli
Dilempar Petasan Suporter Inter Milan, Terungkap Alasan Emil Audero Pilih Lanjutkan Pertandingan
Jakarta, tvOnenews.com - Emil Audero mendapatkann apresiasi khusus dari Inter Milan. Kiper Timnas Indonesia memilih melanjutkan membela Cremonese ketika suporter Inter Milan melempar petasan ke arahnya.
Emil Audero sebenarnya diizinkan untuk tak melanjutkan pertandingan dan bahkan menjadi keuntungan bagi Cremonese karena Inter Milan dianggap mencederai sang kiper.
Alih-alih merasa terpuruk, Emil Audero tetap menyelesaikan pertandingan. Dengan leher kaku dan kuping yang masih nyeri, Emil Audero tetap tampil 90 menit penuh dengan hasil akhir 0-2 atas kemenangan Inter Milan.
Emil Audero menceritakan kembali pengalamannya saat tiba-tiba ada petasan yang dilempar ke arahnya.
"Saya baik-baik saja, setidaknya secara mental karena jika terus mengingat kejadian tersebut akan ada konsekuensi yang jauh lebih serius," kata Emil Audero dikutip dari laman Calcio News, dikutip Rabu (11/2/2026).
Emil Audero bahkan baru mengetahui ada yang salah dengan tubuhnya setelah pertandingan selesai. Bagian telinganya sakit dan punggungnya kaku, dia pun melakukan tes medis setelahnya.
Emil Audero mengakui sudah terbiasa dengan tekanan suporter lawan. Bahkan di awal laga dia sudah mendapatkan pelemparan flare, namun dia tidak menyangka ada petasan yang dilempar dari arah belakangnya ketika dia menaruh fokus penuh ke arah lapangan.
"Sudah pemanasan (ada flare), tapi momen itu tidak saya perhatikan karena hanya ada flare yang tidak meledak, semua tetap terkendali," kata Emil Audero.
"Selama pertandingan saya fokus, sampai akhirnya ketika saya menoleh ada petasan yang berada di dekat saya. Saya masih berusaha memanggil wasit sampai akhirnya ada ledakan," katanya.
Suara dentuman itu membuat Emil Audero reflek melindungi telinga karena ledakan yang mengejutkannya. Ledakan itu bahkan melukai di kaki kanan dan celananya robek karena terbakar.
Walau dengan luka tersebut, dia masih tetap melanjutkan pertandingan. Ternyata, pemain kelahiran Mataram ini punya alasan sendiri untuk menyelesaikan pertandingan.
"Adrenalin adalah hal yang utama, tapi saya melakukannya karena saya memahami situasinya, saya tentu tak mau berakhir seperti itu," katanya.
"Saya tidak terpikir akan menghentikannya, menangguhkan laga karena insiden itu bukanlah sesuatu yang akan saya lakukan, saya tahu bisa menyelesaikannya, bahkan jika sesuatu terjadi setelahnya," katanya.