- Antara
Pemain Naturalisasi Terancam Tergusur? John Herdman Buka Peluang Lebar Pemain Lokal di ASEAN Championship 2026
Ia menyadari bahwa memanggil pemain naturalisasi dan diaspora yang bermain di klub-klub top Eropa bukan perkara mudah.
Menurut Herdman, ketika jendela internasional FIFA tertutup, klub memiliki kendali penuh atas pemainnya. Situasi ini membuat keunggulan kualitas yang biasanya dimiliki tim dengan pemain Eropa menjadi tidak signifikan.
“Kompetisinya berlangsung di level yang setara karena ketika jendela internasional FIFA ditutup, keunggulan kualitas yang biasanya bisa didapat tim, misalnya dengan memanggil pemain dari Serie A dan liga top lainnya—tidak lagi tersedia,” jelas Herdman.
Dengan kondisi tersebut, kans pemain naturalisasi sangat bergantung pada kebijakan masing-masing klub.
Negosiasi memang masih mungkin dilakukan, tetapi Herdman menegaskan itu bukan prioritas utama. Ia lebih memilih memaksimalkan sumber daya yang tersedia tanpa mengganggu agenda klub pemain.
Momen Emas Pemain Lokal dan Target Sejarah Baru
Herdman menilai ASEAN Championship 2026 sebagai ajang ideal untuk menguji kedalaman skuad Timnas Indonesia.
Ia secara tegas menyatakan bahwa turnamen ini akan memberi ruang luas bagi pemain lokal yang selama ini jarang mendapat kesempatan karena padatnya persaingan di level internasional.
“Situasi ini akan sangat bergantung pada kedalaman skuad. Ini tentang para pemain lokal yang akhirnya mendapat kesempatan membela negaranya. Dalam banyak kasus, mereka telah menunggu momen ini sepanjang kariernya," ucap Herdman.
Pengalaman serupa pernah ia rasakan saat menangani Timnas Kanada, khususnya di ajang Gold Cup yang juga digelar di luar agenda FIFA. Ia mengakui memanggil pemain diaspora selalu menjadi tantangan tersendiri.
“Berdasarkan pengalaman saya di CONCACAF, khususnya di Gold Cup yang digelar di luar jendela FIFA, pola pikir klub kini berbeda dibanding 10–15 tahun lalu. Ketika jendela FIFA ditutup, maka benar-benar tertutup,” katanya.
Herdman pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan ASEAN Championship 2026 sebagai pintu pembuka era baru Timnas Indonesia. Selain memberi kesempatan pemain lokal, ia juga memasang target ambisius.
“Ini adalah peluang besar untuk mencatat sejarah pertama bagi Indonesia—meraih trofi perdana,” tandasnya.
Dengan pendekatan tersebut, ASEAN Championship 2026 tak hanya menjadi soal hasil, tetapi juga tentang fondasi masa depan sepak bola Indonesia. (udn)