- tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama
Tradisi 14 Tahun Hancur! Indra Sjafri Pasang Badan usai Timnas Indonesia U-22 Gagal ke Semifinal SEA Games 2025
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, akhirnya angkat bicara usai kegagalan skuad Garuda Muda di ajang SEA Games 2025 Thailand. Ia secara terbuka siap bertanggung jawab penuh atas hasil mengecewakan yang diraih tim asuhannya.
Hasil di SEA Games kali ini terasa kontras dibandingkan edisi sebelumnya. Dua tahun lalu, Indra Sjafri sukses mempersembahkan medali emas, namun kini langkah Indonesia terhenti bahkan sebelum menembus semifinal.
- Timnas Indonesia
Penurunan prestasi tersebut menjadi sorotan besar publik Tanah Air. Terlebih, Timnas Indonesia U-22 datang dengan status juara bertahan dan ekspektasi tinggi untuk kembali berbicara banyak di turnamen regional ini.
Indra Sjafri tidak menghindar dari sorotan dan kritik yang mengarah kepadanya. Ia menegaskan bahwa kegagalan ini bukan semata-mata kesalahan pemain, melainkan tanggung jawab pelatih secara teknis.
- ANTARA
“Pertama-tama, kita tidak lolos grup. Secara teknis, orang yang paling bertanggung jawab adalah saya,” kata Indra, melalui audio yang diberikan PSSI di Jakarta, Jumat.
Kegagalan ini menjadi catatan pahit bagi Timnas Indonesia U-22. Untuk pertama kalinya sejak SEA Games 2009, Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal cabang sepak bola putra.
Indonesia dipastikan tersingkir usai tidak mampu lolos sebagai juara grup maupun runner-up terbaik. Hasil di fase grup membuat langkah Garuda Muda harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan.
Pada laga terakhir fase grup yang berlangsung Jumat malam, Indonesia sebenarnya mampu menutup pertandingan dengan kemenangan. Garuda Muda menaklukkan Myanmar dengan skor 3-1 di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai.
Tiga gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Tony Firmansyah serta pemain pengganti Jens Raven. Jens Raven tampil impresif dengan mencetak dua gol pada menit-menit akhir babak kedua.
Meski meraih kemenangan, hasil tersebut ternyata belum cukup. Indonesia masih harus bergantung pada perhitungan klasemen runner-up terbaik dari tiga grup yang ada.