- tvOnenews/Julio Trisaputra
Terima Kasih Juventus! Gara-gara Legenda Si Nyonya Tua, Timnas Indonesia Berpeluang Dilatih Timur Kapadze
Jakarta, tvOnenews.com - Kehadiran salah satu legenda Juventus ternyata membawa efek domino yang tak terduga bagi sepak bola Indonesia. Sosok Timur Kapadze tiba-tiba mencuat sebagai kandidat potensial pelatih Timnas Indonesia setelah sang ikon Italia mengambil alih posisi penting di negaranya.
Seperti diketahui, nama Kapadze dalam beberapa hari terakhir ramai disebut sebagai calon kuat pengganti Patrick Kluivert yang baru saja didepak PSSI. Situasi ini makin memanas setelah pelatih asal Uzbekistan itu terlihat berada di Jakarta di tengah kekosongan kursi pelatih Garuda.
Namun anggapan bahwa kehadirannya berkaitan langsung dengan negosiasi kontrak ternyata tidak sepenuhnya benar. Dalam konferensi pers di kompleks Masjid Istiqlal, Jumat (21/11/2025), terungkap misi utama kedatangan eks pelatih Uzbekistan U-23 itu ke Indonesia.
Kapadze ternyata datang bukan untuk urusan sepak bola, melainkan menjalankan tugas sebagai duta pariwisata. Ia dipercaya untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia–Uzbekistan dan mempromosikan sektor wisata Tanah Air ke tingkat global.
Kedatangannya merupakan bagian dari kerja sama dengan perusahaan EGI Resources. Dalam peran tersebut, Kapadze akan terlibat aktif dalam kampanye internasional demi meningkatkan citra pariwisata Indonesia.
Selama berada di Indonesia, ia memiliki agenda padat yang sudah disiapkan panitia. Selain mengikuti salat Jumat di Masjid Istiqlal, ia dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan seperti Lombok dan Bali.
Menanggapi rumor soal pos pelatih Timnas Indonesia, Kapadze memberi jawaban diplomatis namun tetap menyisakan peluang. Ia menegaskan bahwa fokus kedatangannya saat ini adalah undangan pariwisata, bukan pembicaraan soal kontrak kepelatihan.
“Kedatangan saya ke sini untuk memenuhi undangan tentang pariwisata. Jadi tidak ada rencana secara resmi untuk wawancara terkait kepelatihan Timnas Indonesia,” ujar Kapadze.
Meski demikian, ia tidak menutup pintu jika PSSI benar-benar mengajukan tawaran serius. Ia menyatakan selalu terbuka terhadap setiap peluang yang datang dalam perjalanan kariernya.
“Pada dasarnya saya akan mempelajari semua tawaran yang masuk. Saya terbuka dengan tawaran,” ucapnya memberi sinyal positif.
Peluang Indonesia menggaet Kapadze semakin besar setelah situasi yang terjadi di Federasi Sepak Bola Uzbekistan. Kapadze memutuskan mundur justru karena kedatangan legenda Juventus dan Timnas Italia, Fabio Cannavaro.
Federasi Uzbekistan menunjuk Cannavaro sebagai pelatih kepala dan meminta Kapadze turun jabatan menjadi asisten. Padahal, ia adalah sosok yang membawa tim olimpiade Uzbekistan lolos ke panggung dunia.
“Tim olimpiade lolos, tapi ada beberapa pelatih yang sakit dan saya jadi asisten pelatih dari Cannavaro. Keputusan untuk pergi adalah keputusan saya karena tidak mau jadi asisten, lebih baik saya melatih tim berikutnya,” tegasnya.
Ia menilai keputusan tersebut adalah langkah paling rasional untuk menjaga integritas profesionalnya. Menjadi nomor dua setelah prestasi yang telah ia ukir bukan posisi yang ingin ia ambil.
“Saya punya keputusan yang rasional. Saya tidak mau dengan peran baru itu,” lanjutnya.
Meski menolak, Kapadze tetap menghormati keputusan federasi. Ia mendukung penunjukan Cannavaro, namun tidak dapat menerima posisi sebagai asisten.
“Saya mendukung keputusan federasi tentang Fabio Cannavaro, tapi saya tidak bisa jadi asisten,” tutupnya.
Kini bola berada di tangan PSSI untuk menentukan apakah mereka akan memanfaatkan momentum hadirnya Kapadze di Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi soal siapa yang akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia pasca era Patrick Kluivert.
(sub)