news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Sumber :
  • Tim tvOnenews - Taufik Hidayat

Patrick Kluivert Terancam Dipecat? Legenda Timnas Indonesia: Cuma 2 Pelatih ini yang Bisa Selamatkan Skuad Garuda

Timnas Indonesia dengan berat hati harus mengubur impiannya melaju ke Piala Dunia 2026. Dalam laga penutup babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia dikalahkan Irak dengan skor 0-1
Senin, 13 Oktober 2025 - 12:44 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Timnas Indonesia dengan berat hati harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk melaju ke Piala Dunia 2026.

Dalam laga penutup babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia telah dikalahkan Irak dengan skor tipis 0-1.

Laga krusial ini berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB. 

Dengan gol semata wayang dari Zidane Iqbal pada menit ke-76, membuat Timnas Indonesia tertinggal satu angka hingga akhir pertandingan.

Sayangnya, kegagalan ini membuat suporter Garuda geram dan mendesak Patrick Kluivert mundur dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia.

Bahkan, nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kembali digaungkan dan meminta PSSI agar pelatih asal Korea Selatan itu comeback.

Walau demikian, perjalanan Tim Garuda untuk sampai ke tahap ini bukanlah proses yang singkat.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Indonesia berhasil menjadi wakil Asia Tenggara yang menembus babak keempat Kualifikasi Piala Dunia.

Pencapaian ini bukan hanya hasil kerja keras para pemain, tetapi juga buah dari peran penting para pelatih yang membawa tim hingga ke level ini.

Sejumlah nama pelatih legendaris pernah menangani Timnas Indonesia, seperti Benny Dollo, Alfred Riedl, Rahmad Darmawan, Jacksen F. Tiago, dan banyak lainnya.

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

 

Salah satu pemain legenda Timnas Indonesia, Rochi Putiray mengatakan hanya 2 pelatih ini yang menurutnya bisa membawa Timnas Indonesia sukses.

Kedua pelatih ini dinilai sukses lantaran dapat memberikan efek positif yang cukup signifikan pada prestasi Timnas Indonesia.

“Cuma dua pelatih yang menurut saya pribadi sukses untuk memegang Timnas Indonesia,” ungkap Rochy Putiray pada tayangan YouTube Vindes.

Menurut Rochy Putiray, pelatih pertama yang disebutkan yaitu Luis Milla. Sosok ini memiliki kontribusi besar dalam perkembangan Timnas Indonesia.

Luis Milla dikenal dengan gaya melatih yang menekankan kedisiplinan serta konsisten membina pemain muda, sehingga ia kerap disebut sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah membesut skuad Garuda.

“Satu, Luis Milla. Bagaimana dia mengajarkan konsep bermain yang benar, pola pikir yang benar dan saya baru nonton pada saat di Asian Games itu kita ketinggalan masih bisa ngejar,” jelas pria berdarah Maluku ini.

“Saya dengar dia juga dekat dengan pemain untuk bagaimana ‘ini loh kamu punya talenta, ini loh kelebihanmu’, dia membentuk itu jadi pemain bisa punya rasa percaya diri,” sambungnya.

Legenda Timnas Indonesia, Rochy Putiray
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani

 

Pelatih kedua yang menurutnya memberikan perubahan signifikan dalam kualitas dan mental para pemain Timnas Indonesia yaitu Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong dinilai bisa membangun pondasi kokoh meski belum bisa membawa tim mendapatkan gelar juara.

Namun, peningkatan peringkat FIFA dan progres individu para pemain menjadi bukti nyata keberhasilannya.

“Satu lagi Shin Tae-yong. Kalau kita lihat berapa persen pemain yang Shin Tae-yong pegang sampai dia dipecat, berapa banyak pemain lokal yang dikembalikan karena masalah indisipliner. Artinya, kita harus belajar dari situ,” terang legenda Timnas Indonesia ini.

Rochy mengaku tidak mengetahui alasan pemecatan Shin Tae-yong, padahal perkembangan tim terlihat cukup positif.

“Saya tidak tahu dengan pola pikir mereka, mereka melihat sukses itu dari juara, Shin Tae-yong memang belum pernah juara, tapi banyak hasil positif yang diraih,” ujar pemain Timnas Indonesia pada tahun 1991 ini.

“Kita berhasil naik peringkat FIFA, para pemain menunjukkan progres, banyak hal positif. Daripada sekali juara tapi tiga tahun hilang, lebih baik progres terus seperti di era Shin Tae-yong karena itu membentuk pondasi,” lanjutnya.

“Jadi kita sudah punya mental dan karakter, hal ini yang sering tidak disadari netizen,” tandasnya. 

(kmr)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral