news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sherly Tjoanda..
Sumber :
  • Istimewa

Gubernur Sherly Tjoanda Mau Maluku Jadi Markas Timnas, Fasilitas Sesuai FIFA Harus Diterapkan

Gubernur Sherly Tjoanda ingin Maluku jadi markas Timnas Indonesia. Pusat pelatihan berstandar FIFA harus disiapkan demi mimpi tampil di Piala Dunia.
Minggu, 13 Juli 2025 - 20:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melontarkan pernyataan berani. Dalam kunjungan kerjanya ke Bali, Sherly menyatakan keinginannya agar Maluku Utara suatu hari bisa menjadi markas pelatihan Timnas Indonesia. Gagasan ini muncul usai dirinya melihat langsung fasilitas modern yang dimiliki klub Liga 1.

“Ini salah satu tempat training terbaik yang pernah saya kunjungi. Harapan saya, fasilitas seperti ini bisa dibangun di daerah, termasuk di Maluku Utara. Kita butuh pusat pelatihan yang serius kalau mau bicara Piala Dunia,” ujar Sherly.

Tak sekadar wacana, Sherly memastikan pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan pusat pelatihan terpadu di Maluku Utara yang ditargetkan tak hanya untuk klub lokal, tetapi juga bisa menjadi pusat pengembangan talenta muda nasional, termasuk sebagai home base alternatif bagi Timnas Indonesia.

Pusat Latihan Timnas: Sudah Sesuai Standar FIFA?

Pernyataan Sherly langsung menyoroti satu pertanyaan penting: apakah fasilitas latihan Timnas Indonesia saat ini sudah sesuai dengan standar internasional?

FIFA menetapkan sejumlah parameter untuk pusat latihan tim nasional, khususnya bagi negara yang memiliki ambisi tampil di level global. Standar minimum yang disarankan mencakup:

  • Dua atau lebih lapangan berstandar FIFA, baik rumput alam maupun sintetis

  • Ruang kebugaran dan pusat olahraga dengan peralatan atletik profesional

  • Fasilitas medis dan pemulihan cedera lengkap, termasuk ruang terapi dan kolam es

  • Asrama pemain atau akomodasi khusus dalam satu kawasan pelatihan

  • Ruang taktik dan analisis video, ruang briefing, serta ruang rapat tim

  • Kantin atlet dengan standar gizi tinggi dan tim ahli nutrisi

  • Akses teknologi dan jaringan komunikasi untuk kebutuhan pelatihan modern dan media

Saat ini, pusat pelatihan utama Timnas Indonesia masih tersebar. Beberapa sesi pelatnas dilakukan di kawasan Senayan (Lapangan ABC), dan untuk pertandingan uji coba Timnas, kerap digunakan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, fasilitas tersebut dinilai masih belum sepenuhnya menyatu dalam satu kompleks terpadu seperti yang disyaratkan FIFA.

Proyek Baru: Training Center Timnas di IKN dan Jakarta

Untuk mengatasi itu, PSSI dan pemerintah tengah membangun National Training Center (NTC) di dua lokasi: Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta. Proyek ini merupakan bagian dari program FIFA Forward dan mendapat dukungan langsung dari FIFA melalui dana bantuan pengembangan.

NTC ini nantinya akan mencakup semua elemen standar FIFA, termasuk asrama pemain, fasilitas recovery, dan lapangan pelatihan elite yang dapat digunakan oleh semua kelompok umur Timnas Indonesia. Target rampungnya pembangunan ini sebagian pada 2026 dan selebihnya dalam tahap bertahap.

Namun, pertanyaannya, apakah cukup hanya di dua titik saja?

Maluku Utara Bisa Jadi Simpul Baru Sepak Bola Nasional

Di sinilah gagasan Sherly Tjoanda menjadi menarik. Maluku Utara memiliki potensi besar: lahan yang luas, antusiasme warga terhadap sepak bola, dan klub lokal yang kini sudah tampil di kasta tertinggi nasional. Jika pusat pelatihan benar-benar dibangun dengan desain berstandar FIFA, maka Maluku bisa menjadi poros baru pembinaan sepak bola di timur Indonesia.

“Jangan semua fasilitas hanya terkonsentrasi di Jawa. Kita ingin pemerataan. Anak-anak dari Maluku, Papua, NTT, mereka juga punya mimpi besar dan talenta hebat. Yang dibutuhkan adalah sarana yang memadai,” ujar Sherly.

Penutup: Mimpi Besar Butuh Pondasi Kuat

Gagasan menjadikan daerah seperti Maluku Utara sebagai markas alternatif Timnas Indonesia bukan sekadar mimpi, tapi bisa menjadi strategi jangka panjang untuk mendorong pemerataan pembangunan olahraga. Namun, mimpi itu hanya akan nyata jika didukung oleh infrastruktur yang sesuai standar FIFA—bukan sekadar lapangan dan stadion, tetapi juga sistem pelatihan, manajemen modern, dan investasi sumber daya manusia.

Kalau negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Uzbekistan bisa membangun fasilitas sekelas dunia, mengapa Indonesia tidak?

Dan seperti yang Sherly katakan: “Kalau kita mau bicara Piala Dunia, fasilitasnya harus bicara kelas dunia juga.” (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral