- PSSI
Pelatih Vietnam dan Malaysia Berani Akui 'Level' Timnas Indonesia U-23: Indonesia Selalu menjadi Pesaing Terkuat dan Mengesankan Soal....
- Ajax Amsterdam Official
Ini membuat persaingan di setiap laga grup menjadi sangat krusial, terutama bagi tim seperti Malaysia yang mengakui dominasi Indonesia sejak awal.
Menanggapi berbagai komentar dari rivalnya, Gerald Vanenburg, pelatih asal Belanda yang menukangi Timnas U-23 Indonesia, mengaku tak terlalu memusingkan sanjungan yang datang.
Baginya, pembuktian utama ada di lapangan.
“Saya tidak bisa berkata apa-apa tentang itu. Apa yang bisa saya lakukan dengan hal ini? Kita harus mulai dengan memenangi pertandingan untuk mencapai final dan jika tidak, kita akan keluar,” tegas Vanenburg.
Ia menambahkan bahwa komentar dari luar tidak akan mengganggu fokusnya terhadap persiapan tim.
“Semua orang akan berkomentar, tapi saya tidak peduli karena saya harus fokus dengan persiapan tim saya sendiri. Jadi kita harus menangi setiap pertandingan. Saya tidak peduli dengan siapa yang kita lawan,” pungkasnya.
- Kitagaruda.id
Kekuatan Timnas U-23 Indonesia saat ini memang semakin diperhitungkan. Di bawah kendali Vanenburg, sejumlah pemain muda potensial hasil pembinaan lokal dan naturalisasi telah menunjukkan performa meyakinkan.
Keberhasilan PSSI dalam mendorong program naturalisasi turut menjadi faktor pembeda.
Pemain-pemain seperti Justin Hubner, Rafael Struick, dan Ivar Jenner telah menjadi tulang punggung sejak level U-20, dan kini siap bersinar bersama skuad U-23.
Program ini dipandang efektif untuk mendongkrak daya saing Indonesia, yang sebelumnya kesulitan menembus papan atas Asia Tenggara di kelompok umur.
Kini, dengan kombinasi antara talenta lokal seperti Marselino Ferdinan dan pemain naturalisasi, Indonesia memiliki skuad yang solid secara teknis, fisik, dan mental.
Sebagai persiapan, skuad Garuda Muda telah memulai **pemusatan latihan (TC) di Jakarta sejak 20 Juni.
Latihan intensif tersebut diproyeksikan untuk membangun chemistry dan ketahanan fisik, guna menjawab ekspektasi tinggi sebagai tuan rumah.
Dengan segala kesiapan tersebut, harapan publik Indonesia untuk menyaksikan timnya tampil dominan di ASEAN Cup U-23 2025 semakin membuncah.
Jika mampu memanfaatkan status tuan rumah dan meneruskan tren positif, bukan tidak mungkin trofi juara akhirnya bisa dibawa pulang ke Tanah Air. (udn)