- Kitagaruda.id
Akhirnya Maarten Paes Batal Absen dan Bisa Perkuat Timnas Indonesia Lawan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026, jika AFC…
Jakarta, tvOnenews.com - Maarten Paes batal absen saat Timnas Indonesia melawan China di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia jika skenario ini terjadi.
Timnas Indonesia harus kehilangan Maarten Paes saat menghadapi China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 5 Juni 2025 mendatang.
Sebab, Maarten Paes sudah mengantongi dua kartu kuning saat bermain untuk Timnas Indonesia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kartu kuning pertama penjaga gawang FC Dallas ini didapat saat menjalani laga debutnya bersama skuad Garuda menghadapi Arab Saudi pada 6 September 2024.
- AFC
Pemain berusia 27 tahun tersebut mendapat kartu kuning pada menit ke-89 setelah dianggap oleh wasit mengulur-ulur waktu.
Sementara kartu kuning kedua diterimanya saat Timnas Indonesia berhasil mengatasi Bahrain di Stadion GBK pada 25 Maret 2025 silam.
Sesuai dengan aturan dari AFC, seorang pemain yang sudah mengantongi dua kartu kuning selama ronde ketiga dilarang tampil di pertandingan terdekat.
Emil Audero diprediksi akan menjadi pilihan utama pelatih Patrick Kluivert di posisi penjaga gawang saat menghadapi China menggantikan Maarten Paes.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Penjaga gawang Palermo di Serie B ini dianggap memiliki kemampuan dan pengalaman setara karena pernah bermain untuk Juventus hingga Inter Milan.
Namun, ada peluang bagi Maarten Paes untuk bisa bermain bagi Timnas Indonesia saat menghadapi China jika skenario ini terjadi.
Pada April 2025 lalu, Maarten Paes sempat mengadakan sesi wawancara dengan kanal YouTube klubnya, FC Dallas perihal laga Timnas Indonesia.
Maarten Paes pun menyesalkan bahwa dirinya tidak bisa bermain di hadapan puluhan ribu suporter yang akan memadati Stadion GBK saat menjamu China.
- instagram Maartenpaes
"Sayangnya, saya dihukum untuk pertandingan berikutnya (lawan China)," ujar Maarten Paes dikutip dari kanal YouTube FC Dallas.
Namun, ada peluang dia bisa bermain jika banding kartu kuning di laga kontra Bahrain yang dikirimkan PSSI diterima oleh AFC.
"Mungkin, kita harus lihat, mereka (PSSI) masih berjuang untuk itu, mereka masih berjuang," kata Maarten Paes soal banding PSSI.
Di sesi wawancara yang lain, Maarten Paes mengaku menyesal mendapat kartu kuning pertama saat menghadapi Arab Saudi.
- AFC
Akan tetapi, dia menyatakan bahwa hal itu merupakan risiko yang harus diambil agar Tim Merah Putih bisa mendapatkan poin dari markas Arab Saudi.
"Saya tahu aturan di AFC, saat Anda mendapat dua kartu kuning, Anda mendapat sanksi dan saya mendapatkan itu saat saya debut melawan Arab Saudi di mana kami sangat butuh mengulur waktu, karena pada momen itu saya tahu ada banyak momentum," kata Paes dikutip dari podcast The Haye Way.
Selain itu, dia menyatakan bahwa fokus dan konsentrasi para pemain sudah mulai hilang karena cuaca panas Arab Saudi.
"Saya pikir hanya saya, Calvin, dan Jay, mungkin hanya tiga orang yang benar-benar menjadi starter dalam permainan mereka, dan kami bermain di cuaca yang panas di Saudi," ucap Maarten Paes.
- Instagram/maartenpaes
"Jadi semua pemain lelah dan saya ingat sebelumnya saya melakukan penyelamatan situasi 1 lawan 1 dengan striker yang datang dari belakang," lanjut Maarten Paes.
Dalam satu momen, dia ingat bahwa Jay Idzes dan Calvin Verdonk yang diharapkan bisa menjaga konsentrasinya justru mulai goyah.
Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mengambil risiko dengan mengulur-ulur waktu agar para pemain bisa sedikit bernapas.
"aya pikir Jay mengalami cedera atau Calvin mengalami cedera lalu pemain yang dari AS Roma selalu menggiring bola dan dia mengirim umpan dan itu seperti benar-benar terbuka jadi saya butuh untuk sedikit mengulur waktu di laga ini," katanya. (fan)