Publik China Sudah Angkat Tangan, Timnas Indonesia Justru Dibukakan Jalan ke Piala Dunia 2026, Blak-blakan Akui Nasib Tim Naga Kini...
tvOnenews.com - Peluang Timnas Indonesia untuk mencetak sejarah baru di Kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin nyata.
Di saat skuad Garuda terus menunjukkan tren positif dengan hadirnya pemain-pemain naturalisasi berkualitas, calon lawan justru sedang dalam kondisi paling rapuh.
Timnas China yang menjadi salah satu penantang kuat di Grup F tengah mengalami krisis besar, khususnya di sektor penjaga gawang.
- AFC
Kabar mengejutkan ini diungkap langsung oleh media kenamaan Negeri Tirai Bambu, Sohu, yang dalam laporan terbarunya menyatakan bahwa posisi kiper China saat ini berada dalam "kondisi darurat".
"Posisi penjaga gawang tim nasional sepak bola Tiongkok sedang menghadapi krisis. Tiga penjaga gawang utama tengah dalam masalah pada saat yang sama," tulis Sohu blak-blakan.
Krisis ini tak main-main. Dua kiper senior sekaligus andalan utama, Wang Dalei dan Yan Junling, tengah dilanda masalah serius.
Wang Dalei yang kini menjadi kapten tim, justru tampil jauh di bawah performa terbaiknya.
- Dok. FIFA
Sementara Yan Junling mengalami cedera saat membela klubnya, Shanghai Haigang, dalam pertandingan melawan Beijing Guoan pada 1 Mei lalu.
"Wang Dalei dan Yan Junling, saat ini sedang menghadapi kesulitan mereka sendiri. Wang Dalei, sebagai penjaga gawang utama dan kapten tim nasional sepak bola Tiongkok saat ini, seharusnya menjadi sosok yang kokoh di lini belakang tim nasional sepak bola. Namun, kondisi terkini dia sangat mengkhawatirkan," lanjut laporan Sohu.
Ironisnya, harapan pada kiper muda yang sebelumnya dijagokan sebagai penerus generasi berikutnya, Han Jiaqi, juga pupus.
Han dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera serius. Sohu menyebut situasi ini sebagai "kerugian besar" bagi masa depan sepak bola China.
Akibat situasi darurat ini, pelatih timnas China dikabarkan mulai panik.
- AFC
Hanya satu nama tersisa yang dianggap layak mengisi posisi kiper utama, yakni Liu Dianzuo.
Namun bahkan Sohu menekankan bahwa keputusan ini bukan berdasarkan keunggulan, melainkan karena tidak adanya pilihan lain.
“Penampilan gemilang Liu Dianzuo tak diragukan lagi menjadikannya kandidat utama, namun itu karena kita kehabisan pilihan. Tim pelatih tidak punya banyak opsi," tegas media tersebut.
Kabar ini menuai reaksi tajam dari publik China yang bahkan menyebut timnas mereka mustahil lolos ke Piala Dunia.
"Merupakan sebuah fantasi bagi tim nasional sepak bola Tiongkok untuk memenangkan Piala Dunia!" ucap salah seorang netizen China di kolom komentar.
Kepanikan yang melanda kubu China ini tentu menjadi momentum ideal bagi Timnas Indonesia.
Dengan China yang sedang limbung dan Bahrain yang performanya terus menurun, jalan skuad Garuda menuju putaran ketiga kualifikasi semakin terbuka.
Skuad racikan Patrick Kluivert juga sedang dalam kondisi optimal, diperkuat nama-nama elite seperti Thom Haye, Jay Idzes, hingga Ole Romeny.
- Istimewa/AFC
Permainan Timnas Indonesia kini jauh lebih rapi, solid, dan agresif. Dalam kondisi ini, menghadapi China yang sedang pincang akan menjadi peluang emas yang tak boleh disia-siakan.
Jika Indonesia mampu memetik poin maksimal, bukan tidak mungkin kita akan mengucapkan goodbye pada China dan Bahrain, sekaligus membuka gerbang menuju Piala Dunia 2026.
Inilah waktu yang ditunggu-tunggu. Saat lawan sedang goyah, Timnas Indonesia harus menggigit! Bila bukan sekarang, kapan lagi Garuda bisa mengepakkan sayap hingga ke panggung dunia? (asl)